50 Pelukis Banyumas Pamerkan Karya ‘Neo Mooi Indie’, Ajak Masyarakat Peduli Alam

4 Min Read
People in an art gallery viewing colorful landscape paintings on black walls.
Pameran lukisan bertajuk Neo Mooi Indie 2026 di Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Dok Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyumas)

Mabur.co – Beragam lukisan bertema keindahan alam dan kehidupan masyarakat dipamerkan dalam Pameran Seni Rupa bertajuk Neo Mooi Indie di Hetero Space Purwokerto, Jawa Tengah.

Berlangsung hingga 14 Oktober 2026, seluruh karya dalam pameran ini dibuat oleh sebanyak 50 pelukis asal Banyumas. Lewat pameran ini publik pun diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Objek Alam

Dalam pameran yang digelar Ikatan Pelukis Banyumas (IPB) ini beragam lukisan ditampilkan. Mulai dari objek seperti pegunungan, persawahan, sungai, pepohonan, hingga beragam kehidupan pedesaan.

Tidak hanya menggambarkan pemandangan yang indah, lewat karya-karyanya para pelukis seolah ingin menyampaikan pesan pentingnya menyapa alam terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kehidupan masyarakat saat ini.

Dilansir dari laman Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyumas, Selasa (13/10/2026), tema Neo Mooi Indie dipilih sebagai cara bagi para pelukis untuk melihat kembali keindahan alam Indonesia dengan sudut pandang masa kini.

Hadirkan Gagasan Baru

Mooi Indie, yang berarti Hindia Molek, dikenal sebagai gaya seni lukis yang menggambarkan keindahan alam Indonesia. Melalui pendekatan Neo Mooi Indie, para pelukis tidak sekadar mengulang gaya tersebut, tetapi juga menghadirkan gagasan baru sesuai pengalaman dan pandangan mereka.

Dalam pameran ini pemandangan alam dalam lukisan dapat memiliki makna lebih luas. Sawah, misalnya, bukan hanya hamparan hijau yang indah, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat. Begitu pula sungai dan pepohonan yang memiliki peran penting bagi lingkungan.

Melalui karya-karya tersebut, para pelukis ingin menunjukkan bahwa kemajuan zaman seharusnya tidak membuat manusia melupakan alam. Perkembangan teknologi dan kehidupan modern perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.

Ketua Ikatan Pelukis Banyumas, Zen Ahmad, mengatakan pameran ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni lukis sekaligus memberi kesempatan kepada para pelukis untuk mengembangkan kreativitas.

Seni Bertemu Langsung Masyarakat

Menurut Zen, pameran juga menjadi ruang bagi karya seni untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya melihat lukisan, tetapi juga dapat memahami gagasan yang ingin disampaikan oleh pembuatnya.

Zen menekankan pentingnya kreativitas para seniman agar seni rupa terus berkembang.

“Seni bisa hidup dari kreativitas para seniman sendiri,” ujarnya.

Salah satu peserta pameran adalah Sri Sedjatiningsih, pelukis berusia 84 tahun yang masih aktif berkarya. Kehadirannya menunjukkan bahwa seni lukis tetap menjadi ruang untuk menyampaikan pikiran dan perasaan, tanpa dibatasi usia.

Sementara itu, seniman Banyumas sekaligus anggota IPB, Ki Titut Edi Purwanto, menilai ketulusan menjadi bagian penting dalam menciptakan karya seni.

“Hanya seniman yang bisa menciptakan karya seni yang tulus,” ujarnya.

Pameran ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi seni lukis Banyumas, khususnya lukisan Sokarajaan yang memiliki sejarah panjang di daerah tersebut. Tradisi itu terus dikembangkan melalui karya-karya baru dan keterlibatan pelukis dengan karakter yang beragam.

Melalui pameran ini, para pelukis Banyumas tidak hanya menawarkan keindahan untuk dinikmati pengunjung. Mereka juga mengingatkan bahwa alam merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Keindahannya perlu dirawat agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar