Mabur.co – Indonesia berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Dunia Fotografi dan Videografi Bawah Laut 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video.
Berlangsung di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali, medali emas tersebut dipersembahkan Royke M. Legi bersama asistennya yang juga Kapten Timnas Fotografi dan Videografi Bawah Laut Indonesia, Novrizal Herdananto.
Unggul dari 19 Negara
Keduanya unggul di kategori fotografi wide angle tanpa model mengalahkan puluhan peserta lainnya yang berasal dari 19 negara.
“Bangga dapat menyumbangkan satu medali emas bagi timnas Indonesia, ini adalah pencapaian yang selama ini dinantikan,” kata Royke dalam keterangan resmi, Minggu, 11 Oktober 2026, dikutip Antara.
Kejuaraan yang diselenggarakan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) di bawah naungan federasi olahraga selam dunia, Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) itu sendiri berlangsung pada 5–11 Oktober 2026.
78 Atlet dari 19 Negara 10 Kategori
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, sebanyak 78 atlet dari 19 negara mengikuti kompetisi tersebut.
Para peserta bersaing memperebutkan gelar juara dalam 10 kategori, yang terdiri atas tujuh kategori fotografi dan tiga kategori videografi bawah laut.
Kategori fotografi yang dipertandingkan meliputi fish, theme, close-up, wide angle tanpa model, wide angle dengan model, creative, serta fotografi menggunakan perangkat pintar. Sementara itu, kategori videografi mencakup creative movie, theme movie, dan video berdurasi 60 detik.
Sekretaris Jenderal PB POSSI, Nur Kholis, mengatakan, keberhasilan Indonesia meraih medali sekaligus menjadi tuan rumah kejuaraan dunia merupakan kebanggaan tersendiri. Ajang ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga bawah laut berskala internasional.
Penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Indonesia kepada dunia.
Destinasi Wisata Bahari Internasional
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng menyebut kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat posisi Pemuteran sebagai destinasi wisata bahari bertaraf internasional.
Pemerintah daerah berharap kejuaraan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Selain kompetisi, kegiatan ini turut membawa perhatian pada pelestarian lingkungan laut, termasuk upaya restorasi dan rehabilitasi terumbu karang.
Setelah digelar di Indonesia, Kejuaraan Dunia Fotografi dan Videografi Bawah Laut berikutnya dijadwalkan berlangsung di Portugal. Prestasi Royke dan Novrizal ini menjadi catatan positif bagi Indonesia dalam persaingan olahraga bawah laut di tingkat internasional.
