Abdi Dalem Keraton sebagai Agen Penjaga dan Pelestari Budaya 

Mabur.co – Ada kegiatan menarik di kompleks rumah dinas Bupati Kulon Progo, Minggu (25/1/2026), malam kemarin. Puluhan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta nampak berkumpul santai dengan mengenakan pakaian rakyat sehari-hari. 

Mereka merupakan para Abdi Dalem Keraton yang tinggal dan menetap di Kulon Progo, kabupaten sisi sebelah barat Yogyakarta. Baik itu Abdi Dalem keprajan, punakawan hingga keprajuritan. Saat sedang tidak bertugas di keraton, mereka rupanya punya kegiatan rutin setiap beberapa bulan sekali. 

Dilakukan dengan berpindah-pindah lokasi, para Abdi Dalem Keraton ini tak hanya bertemu satu sama lain untuk saling bersilaturahmi. Lebih dari itu, mereka juga berkumpul dengan semangat untuk menjalankan dan menyebarkan falsafah Jawa kuno Hamemayu Hayuning Bawana.

Sebagai bagian dari keluarga besar keraton, Abdi Dalem memang tak hanya bertugas menjalankan berbagai urusan rumah tangga di lingkungan keraton. Mereka juga merupakan representasi dari kehidupan keraton itu sendiri. Yakni sebagai penjaga budaya serta tradisi Keraton Yogyakarta di masyarakat.

“Seorang Abdi Dalem harus bisa Hamemayu Hayuning Bawono dan memberi pencerahan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keraton,” ungkap Pengajeng Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, KRT Wijoyo Pamungkas kepada mabur.co.

Memayu Hayuning Bawana sendiri merupakan adalah falsafah Jawa kuno yang berarti “memperindah keindahan dunia” atau “menjadikan dunia aman, indah, dan lestari”. 

Dengan begitu, bisa diartikan seorang abdi juga diberikan tanggung jawab untuk mengajak manusia hidup selaras dengan alam, menjaga keseimbangan, serta memberantas keburukan demi mencapai keselamatan dan kebahagiaan lahir batin di dunia akhirat.

Selain berbincang akrab satu sama lain, dalam kegiatan ini para Abdi Dalem juga nampak melaksanakan kegiatan gladhen karawitan. Lewat kegiatan inilah mereka mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar tetap mempertahankan dan melestarikan kesenian tradisional sebagai bagian produk budaya masyarakat Yogyakarta.

Selain itu dalam kegiatan ini mereka juga menggelar sesi pembelajaran mengenai filosofi kasultanan. Hal ini dilakukan agar status Abdi Dalem tidak hanya melekat pada pakaian yang dikenakan, tetapi juga meresap pada perilaku kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu para Abdi Dalem pun bisa menjadi contoh serta teladan bagi masyarakat di sekitarnya. *** 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *