Mabur.co – Upaya pelestarian budaya berbasis masyarakat terus diperkuat di Sumatra Barat. Salah satunya melalui kehadiran Balai Budaya Elidan di kawasan Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang diharapkan menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan pendidikan adat bagi masyarakat setempat.
Balai Budaya Elidan merupakan bagian dari Rumah Sawiyah, sebuah rumah budaya yang selama ini menjadi pusat kegiatan sosial dan pelestarian tradisi masyarakat nagari. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian dan nilai-nilai budaya Minangkabau secara berkelanjutan.
Selama ini Balai Budaya Elidan telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas ninik mamak, pembinaan bundo kanduang, hingga kegiatan-kegiatan adat dan kemasyarakatan lainnya.
Ke depan, balai budaya tersebut diharapkan menjadi tempat berkembangnya berbagai kesenian tradisional seperti randai, tari Minangkabau, petatah-petitih, gandang, pembacaan puisi, teater, drama, hingga pencak silat.

“Balai Budaya Elidan masih memerlukan program-program yang dikelola secara berkelanjutan. Aktivitas seperti randai, tari, petatah-petitih, gandang, puisi, teater, drama, pencak silat, dan kegiatan seni budaya lainnya diharapkan dapat memiliki jadwal rutin berbasis komunitas,” ujar Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meresmikan fasilitas tersebut sebagaimana rilis resmi yang diterima Mabur.co, Sabtu (20/6/2026).
Pusat Literasi Budaya
Selain menjadi ruang pertunjukan dan pembinaan seni, Balai Budaya Elidan juga akan terus dikembangkan sebagai pusat literasi budaya. Sejumlah ruang yang tersedia nantinya akan dimanfaatkan sebagai perpustakaan dengan koleksi buku-buku tentang seni budaya dan adat istiadat Minangkabau.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurcholis, menilai keberadaan rumah budaya tersebut menjadi bukti nyata perhatian terhadap pelestarian budaya di kampung halaman.
“Pembangunan rumah budaya ini merupakan langkah nyata dalam membangun kampung sendiri sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Dengan berada di kawasan Lembah Harau yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Sumatra Barat, Balai Budaya Elidan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pelaku seni dan tokoh adat, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Minangkabau.
Ke depan, berbagai program seni dan budaya berbasis komunitas akan terus dihidupkan agar Balai Budaya Elidan benar-benar menjadi rumah bersama bagi tumbuh dan berkembangnya kebudayaan lokal di Kabupaten Lima Puluh Kota.

