Senjata Penyadap Paling Sakti dalam Masyarakat Jawa, Lebih Canggih dari LIMS dan Pegasus

3 Min Read
Colorful Thai shadow puppets and ornate sails on a white stage, with a carved mirror and a red-curtained border above.
Prabu Kresna serta pusaka anadalannya Kaca Paesan (Sumber: Youtube @ariponcowolo)

Mabur.co – Beberapa waktu belakangan masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah perwira tinggi Polri.

Sejumlah alat canggih disebut digunakan untuk melancarkan aksi tersebut. Mulai dari teknologi Lawful Interception Management System (LIMS) hingga perangkat lunak mata-mata buatan NSO Group asal Israel, Pegasus. 

Penggunaan instrumen yang mampu memata-matai dan mengetahui informasi atau rahasia musuh ini memang bukan hal yang baru dalam sejarah konflik perebutan kekuasaan di mana pun dan di rentang waktu kapan pun.

Meski kerap dianggap sepele, informasi intelijen atau telik sandi semacam ini memiliki peran sangat penting dan dibutuhkan karena akan sangat memengaruhi serta menentukan jalannya sebuah perang. 

Dalam dunia pewayangan, perangkat istimewa semacam ini juga dikenal dalam bentuk pusaka atau benda saktj yang memiliki kekuatan luar biasa. Namanya pusaka Kaca Paesan.

Pusaka ini dimiliki oleh Prabu Kresna raja Kerajaan Dwarawati yang dikenal sebagai titisan dari Dewa Wisnu sekaligus penasihat Pandawa. 

Kaca Paesan memang bukan senjata untuk menyerang lawan secara langsung. Namun pusaka berbentuk cermin ini memiliki kemampuan layaknya alat sadap canggih yakni mampu mengungkap sesuatu yang tersembunyi, termasuk mengetahui keadaan atau lokasi seseorang.

Dalam catatan sejumlah sumber, Prabu Kresna beberapa kali sempat menggunakan pusaka sakti Kaca Paesan miliknya ini untuk mengawasi atau menyelidiki suatu kejadian. Termasuk membantu Pandawa.

Seperti misalnya kisah saat Bima atau Werkudara sedang kesulitan menghadapi lawan yang sangat sakti. Meski berbagai cara telah dicoba, tetapi musuh itu tidak mudah dikalahkan. Bima kemudian menyampaikan kesulitannya kepada Kresna.

Mendapati hal tersebut Kresna tidak langsung menjawab. Ia justru langsung mengeluarkan dan menggunakan pusaka Kaca Paesan miliknya untuk melihat dan mencari informasi kelemahan musuh. 

Setelah mengetahui informasi rahasia tentang sosok musuh, Kresna pun langsung menyusun strategi untuk mengalahkannya. Ia memerintahkan Bima mundur dan memilih Hanoman untuk melawannya. Dan terbukti musuh kuat itupun berhasil dikalahkan.

Dalam cerita lain, Kresna juga pernah menggunakan pusaka Kaca Paesan miliknya untuk mencari lokasi Arjuna yang pergi menghilang di hutan untuk bertapa. Kresna pun menggunakan pusaka ini setelah istri Arjuna meminta bantuan Kresna untuk mencarinya.

Meski hanya sebuah cerita, dari Kaca Paesan ini dapat diketahi bahwa masyarakat Jawa telah lama mengenal informasi rahasia intelijen atau telik sandi. Mereka bahkan menganggap perangkat mata-mata ini sebagai instrumen yang sangat penting bahkan dikeramatkan sebagai pusaka.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Tidak ada komentar