Mabur.co – Dua bulan setelah ludes terbakar akibat kebakaran hebat beberapa waktu lalu, desa adat Sade, Lombok Tengah, NTB mulai kembali bergeliat.
Hal itu terlihat dari mulai munculnya sejumlah wisatawan yang berkunjung ke kompleks kampung adat masyarakat suku Sasak tersebut tengah pekan ini.
Dilansir Suara.com, hingga hari Rabu (28/10/2026) sejumlah wisatawan asing atu mancanegara nampak mulai berdatangan ke desa adat Sade yanc terletak di dusun Rembitan, Pujut, Lombok Tengah.
Kondisi desa Sade sendiri saat ini mulai terlihat pulih kembali seiring berjalannya proses revitalisasi termasuk pembangunan sejumlah bangunan pascakebakaran.
Dari sekitar 75 rumah adat yang terbakar sekitar 55 bangunan telah selesai dibangun kembali. Sementara sebanyak 20 bangunan masih dalam proses pembangunan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat proses pembangunan ulang rumah adat ini dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan warga.
Pasalnya proses pengerjaan rekonstruksi puluhan rumah adat ini hadus dilakukan dengan teknik tradisional sebagaimana yang telah diwariskan oleh masyarakat suku Sasak secara turun-temurun.
Selain rumah adat, pemerintah juga mulai melaiuian pemulihan sejumlah fasilitas umum lainnya seperti masjid, museum, bale bengong, hingga toilet dan sebagainya.
Seluruh rekonstruksi dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter budaya dan nilai tradisional masyarakat Sasak yang selama ini menjadi daya tarik wisata di kompleks desa adat Sade.
Selama ini desa adat Sade sendiri menjadi salah satu tujuan utama wisata di kawasan Lombok NTB. Kompleks ini bahkan menyumbang jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Lombok Tengah.
Dikutip Tribunnews jumlah kunjungan wisatawan di desa adat Sade rata-rata berkisar 100 hingga 300 orang per hari. Jumlah itu biasanya akan meningkat saat akhir pekan atau musim liburan tiba.
Terlebih jika ada gelaran even internasional seperti ajang balap motor di kawasan Sirkuit Mandalika seperti WSBK ataupun motoGP. Jumlah kunjungan dipastikan akan meningkat secada drastis.
Selain untuk melihat keunikan arsitektur bangunan rumah adat suku Sasak, wisatawan juga berkunjung ke kampung adat Sade untuk melihat dan merasakan kehidupan warga sehari-hari. Seperti memasak, mengolah kopi, menenun hingga membuat berbagai kerajinan tradisional lainnya.
Sebagai destinasi wisata favorit di Kabupaten Lombok Tengah, keberadaan desa adat Sade sangat dibutuhkan untuk menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.
Kehidupan ratuaan warga desa adat suku Sasak ini sangat bergantung dari ramai atau tidaknya kunjungan wisatawan. Baik itu para pedagang makanan, pengrajin tenun maupun kerajinan lainnya, pemilik penginapan hingga para pemandu wisata.
Kembali bergeliatnya aktivitas wisatawan di kampung ini pun diharapkan dapat menjadi titik awal kehidupan baru masyarakat kampung adat Sade pasca kebakaran.
Termasuk juga memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara khususnya masyarakat suku Sasak kepada dunia luar.
