Mabur.co – Pemerintah Cina secara serius terus melakukan upaya pembenahan di sektor pendidikan.
Terbaru, pemerintah negeri tirai bambu itu mulai mengganti buku-buku teks berbahasa Inggris dengan muatan cerita tentang sejarah, budaya, dan perkembangan negara mereka sendiri.
Penggantian tersebut dilakukan terhadap seluruh buku untuk siswa sekolah baik itu tingkat dasar maupun menengah.
Pembaruan Kurikulum Pendidikan Wajib
Perubahan itu merupakan bagian dari upaya pembaruan kurikulum pendidikan wajib yang dilakukan pemerintah Cina.
Dilansir South Cina Morning Post (SCMP), Kamis (1/10//2026), buku teks baru tersebut telah mulai diterapkan secara bertahap sejak 2024 dan mulai mencakup seluruh jenjang kelas pada 2026 Ini.
Pembaruan ini membuat siswa kini lebih banyak mempelajari pemikir tokoh-tokoh akhir Dinasti Qing Liang Qichao, Festival Perahu Naga, penemuan arkeologi, proyek bantuan luar negeri, hingga perkembangan ekonomi, sosial dan teknologi Cina.
Materi lain dalam buku-buku baru ini juga membahas pembangunan pedesaan baru serta gagasan-gagasan untuk membangun komunitas masa depan bersama.
Revisi Bertahap
Kementerian Pendidikan Cina menyatakan proses perevisian buku teks ini dilakukan secara bertahap seiring kebijakan pemerintah Cina yang memperkuat pendidikan patriotik dan kepercayaan terhadap budaya nasional.
Undang-undang Pendidikan Patriotik Cina yang berlaku sejak 1 Januari 2024 mengatur agar pendidikan patriotik diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran dan materi pembelajaran.
Perubahan buku teks ini sendiri mendapat tanggapan beragam dari guru maupun orang tua siswa.
Sebagian mendukung karena siswa dinilai perlu mampu menggunakan bahasa Inggris untuk memperkenalkan budaya dan negaranya sendiri.
Namun, sebagian pendidik khawatir berkurangnya materi tentang negara-negara berbahasa Inggris membuat siswa memiliki lebih sedikit kesempatan mengenal budaya asing.
Meski begitu Wakil Perdana Menteri, Ding Xuexiang, mengatakan buku teks bagi para siswa sekolah harus memiliki arah politik dan orientasi nilai yang benar.
Dengan buku baru tersebut, pelajaran bahasa Inggris di sekolah Cina tidak hanya berisi pembelajaran bahasa, tetapi juga semakin banyak digunakan untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan perkembangan negara kepada siswa. ***
