Jadah Manten, Legomoro, Sangga Buwana, Kembang Waru dan Yangko, Warisan Budaya Takbenda Kuliner Tradisional Yogyakarta

2 Min Read
Pentingnya Warisan Budaya Takbenda bukanlah terletak pada manifestasi budaya itu sendiri, melainkan kekayaan pengetahuan dan keterampilan yang ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Pentingnya Warisan Budaya Takbenda bukanlah terletak pada manifestasi budaya itu sendiri, melainkan kekayaan pengetahuan dan keterampilan yang ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Proses regenerasi pengetahuan merupakan modal penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Oleh karenanya, dibutuhkan upaya pelestarian, pelindungan, pengembangan serta pemanfaatan Warisan Budaya Takbenda dari tiap daerah di Indonesia termasuk dari Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya untuk tetap meneruskan dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengungkapkan ada lima warisan budaya takbenda yang diakui di antaranya Jadah Manten, Legomoro, Sangga Buwana, Kembang Waru dan Yangko Yogyakarta.

Domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional

Kelima warisan budaya takbenda tersebut masuk ke dalam domain kemahiran dan kerajinan tradisional.

“Penetapan warisan budaya tak benda akan membawa manfaat bagi banyak pihak. Tidak hanya sebagai penikmat saja namun akan menjadi manfaat untuk pelaku usaha tersebut yaitu masyarakat Yogya itu sendiri,” ucapnya, Selasa (20/10/2026).

Menurut Yetti, makanan tradisional adalah makanan rakyat sehari-hari baik berupa makanan selingan maupun sajian khusus.

Indonesia sendiri memiliki berbagai macam jenis makanan tradisional. Setiap daerah memiliki makanan khas yang berbeda dan unik.

“Di Jawa sendiri, makanan tradisional biasanya digunakan sebagai media untuk menyampaikan nasihat. Tak heran, makanan tradisional Jawa memiliki filosofi tersendiri,” ucapnya.

Saat ini, jelas Yetti, makanan tradisional perlahan mulai kalah pamor dan tersingkirkan keberadaanya oleh makanan modern atau produk asing.

Kajian Makanan Tradisional yang Hampir Punah

Perlu ada kajian mengenai makanan tradisional terutama yang hampir punah. Hal ini supaya wawasan terhadap makanan tradisional akan terus ada.

Tidak hilang oleh zaman terutama untuk kalangan generasi muda. Selain itu juga mendorong mereka supaya dapat mencintai, meningkatkan rasa memiliki makanan tradisional yang juga sebagai bagian dalam upaya melestarikan serta bangga budaya lokal.

“Produk makanan tradisional, khususnya yang berada di Kota Yogyakarta cukup banyak jenisnya, tetapi tidak semua masyarakat tahu akan makanan tradisional tersebut terutama yang terancam punah,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar