Mabur.co – Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8) malam ditaksir mengakibatkan kerugian yang mencapai Rp34 miliar.
Dilansir SuaraNTB, Rabu (26/8/2026), berdasarkan pendataan pihak terkait, kebakaran ini mengakibatkan sedikitnya 75 unit rumah tradisional warga ludes terbakar. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas adat, fasilitas umum maupun tempat usaha juga ikut hangus menjadi abu.
Sejumlah fasilitas itu meliputi satu masjid, empat bangunan adat berugak sekenam, enam bangunan adat berugak berkaki empat, satu lumbung alang-alang dan 69 art shop yang berada di masing-masing rumah warga.
Kebakaran juga berdampak pada satu balai desa, satu toilet, satu gerbang adat dan satu lumbung. Selain itu di luar kawasan utama, sebanyak 20 rumah tercatat juga turut terdampak.
Rencana Rekonstruksi
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB sendiri mulai menyiapkan rencana rekonstruksi untuk membangun ulang kawasan Desa Adat Sade.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB memastikan desa adat yang telah berusia ratusan tahun itu akan didesain ulang dengan tetap mempertahankan karakter dan identitas kampung adat Sade.
Kepala Disparekraf NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan, rekonstruksi juga akan memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi kebakaran.
Dikatakan upaya mitigasi ini nantinya tidak hanya akan menyediakan sarana pemadam kebakaran. Namun juga edukasi terkait ketentuan dan pemanfaatan sumber api bagi pengelola, masyarakat maupun wisatawan.
Guna memastikan proses rekonstruksi berjalan sesuai rencana, pemerintah Provinsi NTB juga akan membentuk Satgas Rekonstruksi yang akan mengawal proses pembangunan kembali Desa Sade.
Dalam prosesnya, pemerintah akan melibatkan masyarakat lokal agar hasil rekonstruksi tetap mencerminkan kekhasan Desa Sade seperti sebelumnya.
Mitigasi Bencana Desa Adat
“Untuk melakukan rekonstruksi perlu ada upaya diskusi dan semacam komitmen dengan masyarakat lokal. Ya tentunya Sade kan terkenal dengan sebelum kebakaran, tentunya itu harus kita hadirkan kembali untuk pemulihan daripada Sade itu sendiri,” kata Aulia, dikutip dari Suara NTB.
Aulia mengatakan, pembangunan kembali Desa Sade juga akan menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan desa wisata lainnya di NTB. Desa Sade diharapkan menjadi role model desa wisata yang lebih aman, ramah lingkungan, dan memiliki mitigasi bencana yang lebih baik.
Untuk pendanaan, rekonstruksi terbuka menggunakan anggaran pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Dukungan dari lembaga nonpemerintah dan masyarakat juga dimungkinkan dilakukan dalam proses pemulihan ini.
