Mabur.co – Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyebut hama ikan sapu-sapu yang memenuhi kawasan saluran air Cideng di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat sebagai penyebab rusaknya turap di kawasan tersebut.
Walikota Jakarta Pusat, Arifin, menyebut kawanan ikan sapu-sapu yang berada di saluran air itu kerap masuk dan melubangi turap untuk bersembunyi dan bersarang hingga kedalaman 1 meter sehingga merusak turap.
Turap atau sheet pile wall merupakan struktur dinding penahan tanah vertikal (biasa terdapat di sungai) yang berfungsi untuk menahan tekanan tanah lateral, mencegah erosi, dan kelongsoran, terutama pada area curam, tepian sungai, atau proyek galian dalam.
“Ikan sapu-sapu ini berbahaya (kalau dibiarkan) karena merusak turap-turap kita,” katanya dikutip Instagram pribadi Arifin @arifinofficial, Sabtu (11/4/2026).
Selain merusak turap, tingginya populasi ikan sapu-sapu juga sangat berbahaya karena dapat merusak ekosistem ikan lokal atau ikan endemik.
Pasalnya ikan sapu-sapu tergolong ikan invasif dapat dengan cepat berkembang biak.
Satu ekor betina sapu-sapu tercatat bisa menghasilkan telur sebanyak 19.000 butir, dan hampir 90% dari jumlah telur itu akan menetas menjadi individu baru.
Sebagai ikan pendatang yang berasal dari sungai Amazon Amerika Selatan, ikan sapu-sapu dikenal handal, dan bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan yang paling kotor dan tercemar sekalipun
Charles P. H. Simanjuntak, Ph.D., ahli Ikan dan konservasi ikan dari IPB, menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bioakumulasi, yaitu menyerap dan menyimpan zat-zat berbahaya dan beracun ke dalam jaringan tubuhnya.
Sejumlah penelitian bahkan menyebut ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta diketahui menyimpan beberapa logam berat dengan kadar tinggi yaitu Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Kadmium (Cd). Logam berat ini paling banyak ditemukan di daging, insang dan hati.
Karena itulah meski populasinya melimpah dan dapat dengan mudah ditemui ikan sapu-sapu dilarang untuk dikonsumsi karena sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Jika seseorang nekat mengonsumsi ikan sapu-sapu dalam jangka waktu yang lama, akan dapat memicu gangguan kesehatan serius, seperti gangguan saraf, kerusakan ginjal akut, gangguan pada ibu hamil dan tubuh kembang anak, serta yang paling mematikan ialah meningkatnya risiko kanker.



