Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214 Siap Dimeriahkan Berbagai Acara

3 Min Read
White arch gateway with decorative pediment and tiled crest, opening to a tree-lined campus road beyond.
Puro Pakualaman (Foto: geoparkjogja.jogjaprov.co.id)

Mabur.co – Kadipaten Pakualaman akan segera memasuki usia ke-214 pada bulan Juni 2026 ini. Guna memperingati hari jadi tersebut, Pura Pakualaman berencana menggelar berbagai kegiatan.

Tak sekedar acara seremonial, peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman (HKPA) ke-214 tahun ini juga akan menghadirkan berbagai kegiatan yang akan memberikan dampak langsung ke masyarakat.

Mulai dari bakti sosial, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, hingga pertunjukan seni tradisi. Berbagai acara ini disiapkan sebagai wujud pengabdian sekaligus upaya menjaga semangat guyub antara Kadipaten Pakualaman dengan masyarakat Yogyakarta.

Dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Rabu (17/6/2026), peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman (HKPA) ke-214 tahun ini akan mengusung tema “Rinarasing Astuti Nir ing Sikara”. 

Tema ini mengandung makna keselarasan lahir dan batin melalui doa, rasa syukur, serta harapan yang dipanjatkan dengan tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ketua Umum Panitia HKPA ke-214, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro mengatakan, nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Tema ini menggambarkan keyakinan bahwa doa yang dipersembahkan dengan ketulusan hati akan menghadirkan keharmonisan dalam kehidupan, baik pada diri pribadi maupun dalam hubungan dengan sesama. Keselarasan itulah yang menjadi dasar tumbuhnya persatuan dan kebersamaan,” ujar BPH Kusumo Bimantoro dalam konferensi pers di Pura Pakualaman, Rabu (17/6/2026).

Semangat pengabdian tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial. Seperti khitanan bersama gratis hingga pemberian gizi bagi bayi stunting serta sosialisasi kesehatan ibu hamil, balita dan kader Posyandu. 

Pasar Rakyat 40 UMKM

Salah satu kegiatan yang juga akan digelar adalah pasar rakyat di Alun-alun Sewandanan Pakualaman.  Mengusung konsep pasar rakyat bernuansa nostalgia, kegiatan ini melibatkan lebih dari 40 pelaku UMKM yang menjajakan kuliner tradisional, kerajinan lokal, hingga bazar pangan murah.

Koordinator Lapangan Panitia HKPA ke-214, Mas Lurah Nitipustoko mengatakan, Pasar Sewandanan tidak sekadar menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga wahana mengenalkan kembali budaya yang akrab dengan kehidupan masyarakat.

“Perbedaan Hadeging tahun ini adalah penekanan pada bakti sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Namun unsur budaya tetap kami hadirkan secara kuat melalui berbagai pertunjukan seni tradisi yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis,” jelasnya.

Pengunjung juga dapat mencoba permainan tradisional seperti bakiak, egrang, lompat tali, dan kelereng yang kini mulai jarang ditemui.

Nuansa budaya akan semakin terasa melalui Festival Jatilan “Klasik Asik”, uyon-uyon, campursari, hingga pementasan ketoprak “Damar ing Wanci Panglong” yang dibawakan para abdi dalem Pura Pakualaman. 

Ketoprak tersebut secara khusus mengisahkan sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman sebagai sarana mengenalkan sejarah kepada generasi muda.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti kelas membatik yang menghadirkan motif-motif khas Pakualaman yang belum banyak dikenal masyarakat luas.

Puncak peringatan HKPA ke-214 sendiri akan ditandai dengan kegiatan Mlampah Guyub Sesarengan #5 pada Minggu (21/6/2026). 

Jalan sehat yang telah menjadi agenda tahunan tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat dalam suasana hangat, setara, dan penuh kebersamaan.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment