Mabur.co- Trah Pangeran Diponegoro ke-6, R. Dwi akseptoro TY, menjelaskan, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi), merupakan satu-satunya trah semua garis keturunan dari Sabang sampai Merauke, dan telah resmi mempunyai akta notaris Rio Kustianto Wironegoro, SH, M.Hum No. 01 Tanggal 6 Januari 2016.
“Kami dari Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro selalu konsisten untuk mengembangkan seni dan budaya dan kita selalu menjalin hubungan silaturahmi, hubungan sosial dalam khazanah warisan perjuangan,” tuturnya, Selasa 6 Januari 2026.
R. Dwi Akseptoro TY, menuturkan, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) berjumlah 80 senantiasa konsisten hadir, setiap ada kegiatan baik milad maupun haul. “Sedangkan total keseluruhan ada 1.500, anggota kami tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Makassar, Jawa Timur, Banyumas, Yogyakarta, Batam, Papua, Ambon,” ucapnya.
R. Dwi Akseptoro TY, menuturkan, terkait sosok dari Diponegoro, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menempatkan sosok seorang Pangeran Diponegoro sangat istimewa.
“Kami punya banyak sekali cerita berbahasa tutur dari leluhur kami yang dalam waktu itu juga putra-putra Diponegoro yang semuanya ikut berjuang dalam perang Jawa. Banyak sekali cerita yang mungkin tidak ada di dalam sejarah dan belum sempat ditulis oleh Prof. Peter Carey, sejarawan Inggris terkemuka yang juga ahli sejarah modern Indonesia. Terkenal karena penelitian mendalamnya tentang Pangeran Diponegoro dan perang Jawa dengan karya utamanya termasuk Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa,” tuturnya.
R. Dwi Akseptoro TY juga berharap kepada generasi penerus untuk terus memelihara hubungan baik, mencegah perpecahan, dan menggunakan semangat persatuan sebagai landasan untuk membangun bangsa di masa kini.
“Satu pilar utama dalam meneruskan dan menghargai warisan perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ucapnya.



