Stupa Misterius di Kulon Progo, Berjarak Ratusan Meter dari Bandara YIA

3 Min Read
Outdoor shrine with a weathered stone monument under a corrugated metal roof, framed information boards nearby, and trees casting shade.
Situs Stupa Glagah yang terletak di JJLS Kulon Progo, Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Tak banyak yang tahu Kabupaten Kulon Progo ternyata menyimpan sejumlah peninggalan kuno yang menjadi saksi keberadaan peradaban masa lampau. 

Salah satunya adalah Situs Stupa Glagah, situs bercorak agama Buddha yang terletak tak jauh dari kawasan Pantai Glagah dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di Padukuhan Sidorejo, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon.

Berada sekitar 50 meter dari tepi jalan utama JJLS, tepatnya di sisi timur gerbang underpass Bandara YIA, keberadaan situs ini seolah tersembunyi di tengah permukiman warga. 

Jejak Peradaban Buddha

Meski sederhana, Situs Stupa Glagah menjadi salah satu bukti adanya jejak peradaban bercorak Buddha yang pernah berkembang di wilayah yang kini dikenal sebagai Bumi Binangun.

Situs Stupa Glagah sendiri resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya pada tahun 2019. Kompleks situs berdiri di atas lahan seluas sekitar 500 meter persegi dan terdiri atas sebuah stupa beserta landasannya yang terbuat dari batu andesit.

Berdasarkan keterangan resmi yang terdapat di lokasi, landasan stupa situs ini memiliki tinggi sekitar 30 sentimeter dengan panjang dan lebar masing-masing 75 sentimeter. Sementara bagian stupa memiliki tinggi sekitar 125 sentimeter dengan lebar 75 sentimeter dan diameter sekitar 30 sentimeter.

Menyimpan Banyak Misteri

Meski telah ditetapkan sebagai cagar budaya, asal-usul situs tersebut masih menyimpan banyak misteri. Hingga kini belum ditemukan prasasti maupun sumber tertulis yang dapat menjelaskan secara pasti masa pembangunannya. Para ahli juga belum mendapatkan data yang dapat mengungkap periodesasi atau zaman pembuatan situs tersebut.

Outdoor garden shrine with a wooden shelter and a glass-front information board, surrounded by trees and stone bases.
Situs Stupa Glagah tersembunyi di perkampungan Dusun Sidorejo, Kalurahan Glagah, Temon, Kulon Progo (Foto: JH Kusmargana)

Minimnya sumber sejarah membuat berbagai cerita rakyat yang berkembang di masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dari keberadaan Situs Glagah, dan tetap diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. 

Masih berdasarkan keterangan resmi di dalam situs tersebut, mabur.co mendapatkan informasi bahwa kawasan tersebut konon dulu pernah menjadi pusat pemerintahan seorang penguasa bernama Cangakmengeng, Bupati Kabupaten Sios.

Sang penguasa disebut mendirikan sebuah padepokan bercorak Buddha yang diperuntukkan bagi kedua putrinya, yakni Nyi Sekar Kenanga dan Nyi Gadung Melati.

Kedua putri tersebut dipercaya menjalani laku spiritual dan bertapa di tempat yang kini dikenal sebagai Situs Glagah.

Kepercayaan itu masih hidup di tengah masyarakat hingga sekarang, sehingga tak sedikit warga yang meyakini kawasan tersebut merupakan bekas tempat pertapaan atau semedi kedua putri tersebut.

Di balik kesederhanaannya, Situs Glagah menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir selatan Kulon Progo ternyata pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban Nusantara.

Keberadaan stupa batu andesit yang berdiri kokoh hingga kini menjadi saksi bisu berkembangnya pengaruh agama Buddha di kawasan tersebut pada masa silam.

Sebagai salah satu situs cagar budaya yang dimiliki Kulon Progo, Situs Glagah diharapkan dapat terus dijaga dan dilestarikan.

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, situs ini juga menyimpan cerita dan misteri yang menarik untuk terus ditelusuri oleh generasi mendatang.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment