Mabur.co – Perhelatan Piala Dunia memang dipusatkan di dalam stadion, yang menjadi arena pertempuran 48 negara selama satu bulan lebih, untuk menjadi yang terbaik di seluruh dunia, dan menyandang status sebagai “juara dunia” hingga empat tahun mendatang.
Namun jangan salah, Piala Dunia tidak sekadar aksi-aksi para pemain di lapangan hijau saja. Karena banyak keseruan lainnya yang bisa dinikmati oleh penggemar maupun masyarakat umum, untuk dapat memeriahkan pesta sepakbola dunia yang satu ini.
Dilansir dari laman FIFA, Kamis (18/6/2026), sejak perhelatan Piala Dunia di Jerman pada 2006 lalu, FIFA telah menggagas satu event besar, guna menarik lebih banyak orang untuk datang dan memeriahkan event Piala Dunia, selain di dalam stadion tempat pertandingan dilangsungkan.
Event besar tersebut diberi nama “Fan Festival”, atau sering disingkat “Fan Fest”.
Fan Fest umumnya dibuat sebagai lokasi nonton bareng di kota-kota penyelenggara tuan rumah Piala Dunia, yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak kebagian tiket, atau ingin menikmati sajian lain di luar sepakbola, dan seterusnya.
Di dalam Fan Fest, ada banyak hiburan dan pertunjukan yang disediakan, seperti nonton bareng, konser musik, pertunjukan seni budaya, event promosi sponsor (biasanya berupa challenge berhadiah produk atau voucher), hingga pusat kuliner makanan dan minuman khas negara atau kota yang bersangkutan.
Sejak diluncurkan 20 tahun lalu di Jerman, FIFA mengklaim telah mampu menghadirkan setidaknya 40 juta pendukung baru dari seluruh dunia, untuk menikmati berbagai sajian dan hiburan yang tersedia di area Fan Fest tersebut.
Semakin Inklusif

Untuk menambah keseruan, Fan Fest juga kerap mengundang nama-nama beken sepakbola di masa lalu, yang saat ini sudah pensiun atau sudah menjadi pelatih/pengamat sepakbola. Kedatangan mereka tentu saja akan menambah suasana Fan Fest menjadi lebih meriah, serta berpotensi dihadiri lebih banyak orang.
Selama di Fan Fest, para idola atau legenda sepakbola ini tidak cuma hadir dan menyapa para penggemar, tapi juga ikut melakukan semacam talkshow atau bincang-bincang sederhana (serta tanya-jawab dengan para penggemar), bermain bola dengan masyarakat, hingga membagikan sejumlah hadiah secara langsung kepada mereka yang beruntung, dan sebagainya.
Di masa kini, Fan Fest juga dirancang dengan format yang semakin inklusif, artinya event ini juga bisa diikuti oleh banyak kalangan, baik tua-muda, kaya-miskin, laki-laki atau perempuan, hingga yang disabilitas sekalipun.
Untuk edisi Piala Dunia tahun ini di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, FIFA menghadirkan sebanyak 13 titik FIFA Fan Festival di berbagai kota tuan rumah.
Di sana, para penggemar dan masyarakat sekitar dapat merasakan pengalaman menonton dengan nuansa festival musik, dengan harga tiket yang cukup terjangkau (untuk warga setempat), yakni sekitar $10 (dan akses gratis untuk anak usia 12 tahun ke bawah, yang didampingi orang dewasa).
Selain untuk masyarakat tuan rumah, Fan Fest juga sangat terbuka bagi pendukung dari negara lain, termasuk untuk dua negara yang akan saling berhadapan. Mereka dapat saling berkenalan, berbagi kontak, bekerjasama di kemudian hari (misalnya membuat konten), atau bahkan menjadi ajang pencarian jodoh, jika memang cocok dan beruntung.
Dengan kehadiran Fan Fest, FIFA dan negara tuan rumah memastikan bahwa suasana kemeriahan Piala Dunia tidak hanya terjadi di stadion tempat berlangsungnya pertandingan, tapi juga menyasar ke titik-titik strategis kota, demi menjangkau orang-orang yang “kurang beruntung” karena tidak memiliki tiket, dan sebagainya. (*)

