Arsitektur Azteca, Stadion Tuan Rumah Piala Dunia Tiga Kali

4 Min Read
Bird's-eye view of a full stadium with a circular field display featuring large national flags and cheering spectators.
Suasana Stadion Azteca di Mexico City, sebelum laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Afrika Selatan. (Foto: fifa.com)

Mabur.co – Bicara soal kemegahan stadion di dunia, rasanya tidak akan lengkap jika tidak membahas stadion legendaris yang ada di Meksiko. Stadion itu bernama Azteca, yang berlokasi di Mexico City, Meksiko.

Stadion yang diresmikan pada 1966 ini turut menjadi saksi sejarah perjalanan sepakbola dunia, khususnya ajang Piala Dunia. Di mana stadion ini telah menjadi tuan rumah sebanyak tiga kali, yakni pada 1970, 1986, dan tahun ini alias 2026.

Dilansir dari laman resmi FIFA, Selasa (16/6/2026), stadion ini berlokasi di Coyoacán, Mexico City, Meksiko, dengan kapasitas mencapai 87.000 penonton, dan ketinggian mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut. Stadion ini menjadi markas untuk tim nasional sepakbola Meksiko, klub lokal Club America, Cruz Azul, Necaxa, dan Atlante.

Arsitektur “Brutalistik Meksiko”

Azteca dibangun di atas bekas aliran lava pada tahun 1961. Proses pembangunan stadion ini terbilang unik karena para pekerja setempat harus memindahkan 180 juta kilo batu, agar bisa menjadikannya tanah kosong, untuk membangun stadion baru yang megah dan spektakuler, demi menggelar dua perhelatan olahraga besar yakni Olimpiade 1968 dan juga Piala Dunia 1970.

Publik disiplin ilmu arsitektur dunia mengenal pendekatan arsitektur yang digunakan untuk membangun Stadion Azteca lebih dikenal dengan sebutan gaya “brutalistik Meksiko” yang memang masif dan sangat megah.

Arsitek Pedro Ramírez Vázquez dan Rafael Mijares Alcérreca pada awal 1960-an, merancang bangunan ini sengaja dibuat menonjol berkat penggunaan beton bertulang ekspos. Serta fitur sambungan struktural seismik yang canggih.

Itulah yang membuat stadion tersebut menjadi mempunyai ciri ikonik. Apa yang disebut dengan istilah “struktur brutalisme” karena menampilkan ekspos material beton dan baja alami berskala masif tanpa banyak lapisan akhir atau dinding yang dicat. Dengan kata lain menonjolkan kekuatan konstruksi secara penuh.

Hal itu pula yang menjadikan stadion tersebut menjadi memiliki sambungan struktural unik yang dirancang untuk memungkinkan pergerakan antar-bagian stadion. Hal ini bertujuan meredam getaran dan mencegah keruntuhan saat gempa bumi dimungkinkan melanda Mexico City.

Pembangunan stadion tersebut juga disebut menghabiskan sekitar 100.000 ton beton dan 8.000 ton baja tulangan. Tentu saja desain atap yang digunakan jenis atap kantilever yang dibuat menjorok ke dalam. Melindungi area tribun secara menyeluruh tanpa menggunakan penyangga yang berpotensi menghalangi mata penonton pegila bola dunia.

Arsitek Pedro Ramírez Vázquez dan Rafael Mijares juga mengoptimalkan bantuan 800 pekerja selama kurang lebih lima tahun.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan stadion ini mencapai lebih dari 260 peso, agar bisa menampung setidaknya 100 ribu penonton, guna menampung ajang kelas dunia tersebut.

Dengan kapasitas sebanyak itu, tentunya stadion ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer yang menggetarkan lawan, yang imbasnya akan membuat Meksiko mampu meraih kemenangan dengan lebih mudah.

Tempat Berkumpulnya Para Legenda

Legenda Brazil, Pele (kiri), dan Legenda Argentina, Maradona (kanan), yang sama-sama merayakan juara dunia di Stadion Azteca, Meksiko (Foto: istimewa)

Dalam perjalanannya, stadion ini juga telah menjadi saksi dua final Piala Dunia, yakni pada 1970 dan 1986.

Dua sosok legendaris sepakbola dunia, Pele dan Maradona, pernah merayakan keberhasilan tertinggi dalam pencapaian karier mereka di dunia sepakbola,

Keduanya berhasil meraih titel juara dunia, ketika bermain di stadion legendaris ini. Tepatnya Pele pada 1970, dan Maradona pada 1986.

Selain untuk menggelar pertandingan sepak bola, Stadion Azteca juga pernah digunakan sebagai arena pertarungan tinju akbar pada tahun 1993, serta mampu “disulap” menjadi lokasi konser musik berskala internasional.

Dan tentu saja, Azteca siap kembali membawa keberuntungan bagi skuad El Tricolor, saat menghadapi ajang Piala Dunia tahun ini.

Di pertandingan pembuka saja, mereka sudah berhasil menggilas Afrika Selatan dengan skor 2-0. Sebuah “magis” dari Azteca yang tentunya ingin diulang oleh warga Meksiko di pertandingan-pertandingan berikutnya, agar mereka bisa melaju sejauh mungkin di turnamen empat tahunan ini. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment