Arsitektur Panel Surya Hiasi Masjid Baitul Futuh, Terbesar di Inggris

4 Min Read
Bangunan Masjid Baitul Futuh, London, Inggris. (Foto: New London Architecture)

Mabur.co – Umat muslim di London, Inggris, punya cara tersendiri untuk beribadah kepada Allah SWT, dan menjadikan masjid sebagai pusat dari segala kegiatan keislaman.

Seiring dengan berkembangnya komunitas muslim di Inggris pada pertengahan 1990-an, hal itu membuat masyarakat setempat mulai mendirikan tempat ibadah sendiri, agar bisa menjadi lokasi beribadah yang nyaman, aman, dan menjadi pusat dari segala kegiatan keislaman di London dan sekitarnya.

Dilansir dari laman Warta Ahmadiyah, Selasa (28/7/2026), jemaah muslim Ahmadiyah sempat membeli lahan di kawasan Morden, London, pada 1996, untuk menjadi lokasi dibangunnya kompleks masjid yang lebih luas, agar dapat melayani kebutuhan ibadah dan aktivitas kemasyarakatan setempat.

Akhirnya pada 2003, masjid bernama Baitul Futuh (Rumah Kemenangan) resmi didirikan di kawasan ini, dengan luas mencapai 21.000 meter persegi. Masjid ini disebut-sebut mampu menampung sebanyak 10.000 hingga 13.000 jemaah sekaligus.

Sepanjang 1996 hingga 2003, pembangunan Masjid Baitul Futuh sepenuhnya didanai melalui pengorbanan dan donasi sukarela anggota jemaah dari berbagai negara, dan sama sekali tidak mendapat bantuan sepeser pun dari pemerintahan Inggris atau pun kota London.

Semangat gotong royong itulah yang menjadi keyakinan bahwa keberadaan rumah ibadah (masjid) tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pengabdian umat muslim kepada masyarakat luas.

Arsitektur Panel Surya

Masjid ini terus berkembang dari waktu ke waktu, dan menjadi pusat kegiatan keislaman terbesar di Inggris dan wilayah Eropa barat, meskipun didirikan oleh jemaah Ahmadiyah di London.

Untuk mendukung kelangsungan lingkungan setempat, Masjid Baitul Futuh juga telah menggunakan panel surya di bagian atapnya, sebagai salah satu fasilitas modern yang tersedia di kompleks masjid ini.

Panel surya adalah alat yang terdiri dari kumpulan sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik.

Building Integrated Photovoltaics

Pola arsitektur dengan metode ini mengintegrasikan panel surya langsung sebagai material utama struktur bangunan, seperti pengganti genteng, fasad dinding, atau kaca jendela.

Komponen ini tidak hanya melindungi bangunan dari cuaca, tetapi juga berfungsi aktif menghasilkan energi listrik mandiri.

Jadi posisi dinding atau atap menghadap ke arah datangnya sinar matahari secara maksimal. Desain ini juga akan mengurangi panas ruangan di dalam bangunan.

Penerapan Spesifik

Arsitektur pola semacam ini menggunakan atap surya yang menggantikan genteng biasa dengan bentuk modul surya yang serasi. Panel surya pun dipasang pada sisi luar gedung bertingkat. Kaca yang digunakan juga kaca khusus yang mampu menangkap cahaya matahari untuk diubah menjadi listrik.

Masjid ini juga memiliki studio khusus bernama studio MTA (Muslim Television Ahmadiyya), yang digunakan sebagai sarana dakwah dan edukasi keislaman ke seluruh dunia.

Sehari-harinya, masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah rutin (salat) saja, tapi juga sebagai lokasi kegiatan-kegiatan keislaman lainnya, mulai dari dialog lintas agama, kunjungan sekolah dan universitas, donor darah, kegiatan kemanusiaan, hingga simposium perdamaian, yang menghadirkan tokoh agama, akademisi, diplomat, dan pemimpin masyarakat dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, masjid ini juga menjadi salah satu pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan internasional Jemaah Muslim Ahmadiyah yang ada di seluruh wilayah Inggris maupun Britania Raya (Wales, Skotlandia, Irlandia).

Setiap tahun, ribuan tamu dari berbagai belahan dunia juga turut mengunjungi Masjid Baitul Futuh, untuk mengikuti kegiatan keagamaan, maupun dialog khusus mengenai kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif, dan seterusnya.

Bisa dibilang, masjid ini adalah one stop service, yang menghadirkan sarana beribadah, ruang pelayanan, pendidikan, sekaligus wadah yang mempertemukan masyarakat Islam dari seluruh dunia.

Secara tidak langsung, Masjid Baitul Futuh telah menjadi cerminan atau representasi dari wajah keislaman di Inggris, sehingga nilai-nilai yang diwariskan di dalamnya tetap terjaga. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar