Beberapa Bulan Bekerja, Banyak Perusahaan Pecat Karyawan Generasi Z, Ini Penjelasannya - Mabur.co

Beberapa Bulan Bekerja, Banyak Perusahaan Pecat Karyawan Generasi Z, Ini Penjelasannya

Mabur.co– Fenomena pemecatan karyawan Generasi Z atau Gen Z beberapa bulan setelah mulai bekerja kini menjadi sorotan dunia kerja.

Sejumlah perusahaan disebut mulai kesulitan menemukan pekerja muda yang dianggap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Dilansir dari hasil survei Intelligent, Kamis (7/5/2026), enam dari sepuluh perusahaan dilaporkan memilih untuk memberhentikan karyawan dari Generasi Z hanya beberapa bulan setelah mereka mulai bekerja. Fenomena ini mencerminkan adanya ketidakselarasan nilai antara pekerja muda dan kebutuhan manajer perekrutan di dunia kerja saat ini.

Sementara itu, data dari Intelligent menunjukkan rendahnya keselarasan antara harapan industri dan prioritas lulusan baru.

Profesor New York University (NYU), Suzy Welch, menjelaskan bahwa temuan tersebut mencerminkan realitas yang sedang terjadi di pasar tenaga kerja saat ini melalui pemetaan menggunakan alat The Values Bridge.

“Data menunjukkan hanya 2 persen dari Generasi Z yang memiliki nilai-nilai yang diinginkan dan dicari oleh manajer perekrutan. Dari 98 persen yang tidak memiliki nilai-nilai yang dicari oleh manajer perekrutan, hanya 2 persen yang memilikinya, itu angka yang sangat besar,” kata Welch dilansir dari USA Today.

Welch menyebut, pekerja muda beranggapan bahwa pola kerja generasi sebelumnya tidak selalu menghasilkan kehidupan yang stabil.

Karenanya, mereka lebih mengutamakan keseimbangan hidup dan kesehatan mental dibandingkan mengejar karier secara agresif.

“Saya tidak suka aturan-aturan itu. Itu adalah nilai-nilai Anda dan itu tidak berjalan dengan baik untuk generasi Anda. Saya tidak akan menerimanya. Orangtua saya memiliki nilai-nilai itu dan mereka menganggur pada usia 54 tahun,” demikian tutur Gen Z.

Welch menegaskan, dirinya tidak menganggap nilai-nilai yang dianut kebanyakan Gen Z sebagai sesuatu yang salah.

Pekerja muda tidak perlu mengubah prinsip hidup mereka hanya demi menyesuaikan diri dengan dunia kerja.

“Jika mereka mempertahankan prinsip yang seharusnya mereka pertahankan tidak seorang pun boleh mengubahnya. Mereka harus memahami bahwa ada konsekuensinya dan tidak akan mendapatkan jenis pekerjaan yang mungkin telah dipersiapkan sesuai gelar sarjana mereka,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *