Gol Semata Wayang Ferran Torres Antarkan Spanyol Kawinkan Gelar Juara Eropa dan Dunia

3 Min Read
Soccer player in red Spain kit jumping over a barrier as fans cheer in the stadium
Ferran Torres (depan) menendang bendera tendangan sudut di MetLife Stadium, New York, untuk merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Argentina di final Piala Dunia 2026. (Foto: WTOP)

Mabur.co – Sepakan kaki kiri striker asal Barcelona, Ferran Torres, di menit ke-106 babak extra time final Piala Dunia 2026 saat menghadapi Argentina pada Senin dini hari tadi (20/7/2026), sudah cukup membawa skuad La Furia Roja menaklukkan Lionel Messi dan kawan-kawan dengan skor akhir 1-0, dalam pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, New York New Jersey, Amerika Serikat.

Hasil ini sekaligus membawa Spanyol meraih gelar juara dunia keduanya, setelah sebelumnya diraih pada edisi 2010 lalu.

Meskipun Argentina banyak difavoritkan untuk kembali merasakan gelar juara alias back to back, namun justru pasukan muda Matador yang mampu mengendalikan permainan sejak awal laga.

Sepanjang pertandingan yang berlangsung selama 120 menit, Argentina hanya sanggup melakukan dua tembakan ke arah gawang kiper Spanyol, Unai Simon, di mana semuanya tidak tepat sasaran.

Dua tembakan itu pun baru terjadi setelah Spanyol berhasil memecahkan kebuntuan di babak extra time tersebut.

Di sisi lain, Spanyol mencatatkan sebanyak 20 tembakan ke arah gawang Argentina, yang dijaga Emiliano Martinez, dengan 12 di antaranya tepat sasaran.

Sayang penyelesaian akhir yang terlalu lemah menjadi kendala bagi timnas Spanyol di laga final ini, sehingga membuat mereka harus menempuh babak extra time, sebelum akhirnya berhasil menciptakan gol melalui sepakan keras pemain pengganti Ferran Torres, yang memanfaatkan sundulan flick dari pemain pengganti lainnya, Nico Williams.

Kawinkan Juara Eropa dan Dunia dalam Dua Tahun

Spanish football team celebrating victory, lifting a trophy and wearing medals on a crowded pitch.
Timnas Spanyol mengangkat trofi juara Eropa (kiri) dan juara dunia (kanan) hanya dalam dua tahun. (Foto: Istimewa)

Generasi pemain yang nyaris sama sebelumnya juga sukses meraih trofi kampiun Eropa, ketika Lamine Yamal dan kawan-kawan menaklukkan Inggris di Berlin, Jerman, dengan skor 2-1.

Dengan demikian, gelar juara dunia 2026 kali ini sekaligus melengkapi pencapaian yang telah diraih pada dua tahun sebelumnya. Di mana pencapaian serupa juga pernah diraih oleh timnas Spanyol, saat meraih gelar juara Eropa 2008 dan juga Piala Dunia 2010.

Kemenangan ini pun menjadi semakin manis, karena dua pemain terbaiknya, yakni Unai Simon dan Pau Cubarsi, sukses meraih gelar individual di ajang ini.

Simon meraih trofi golden glove (sarung tangan emas), sebagai kiper terbaik turnamen, sedangkan Cubarsi meraih gelar pemain muda terbaik sepanjang turnamen.

Sedangkan satu superstar lainnya di kubu Spanyol, Lamine Yamal, sukses menjadi pemain pertama yang berhasil meraih gelar juara Eropa dan dunia hanya dalam selisih dua tahun, di mana usianya saat ini baru menginjak 19 tahun.

Torehan ini jelas mengungguli seniornya di Barcelona, yang juga menjadi rivalnya di laga final ini, yakni Lionel Messi, yang baru bisa menorehkan hasil yang sama pada tahun 2021 dan 2022 lalu, saat berusia 34 dan 35 tahun.

Setelah era keemasan 2008 dan 2010, kini Spanyol telah kembali memiliki generasi emas baru mereka, bahkan dengan rata usia yang jauh lebih muda, sehingga masa depan tim ini masih sangat cemerlang, untuk menghadapi turnamen-turnamen selanjutnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar