Mabur.co – Selama ini kita mengenal hari Sabtu dan Minggu dengan istilah “akhir pekan”.
“Akhir pekan” sendiri biasanya dikonotasikan sebagai hari libur, beristirahat, berkumpul dengan keluarga, dan lain sebagainya.
Sebagai hari libur, tentu saja hari Sabtu dan Minggu adalah dua hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang di seluruh dunia, ketimbang lima hari lainnya (Senin sampai Jumat).
Namun sebenarnya, mengapa hari Sabtu dan Minggu kerap dikonotasikan sebagai “akhir pekan”, dan mengapa “akhir pekan” sering diartikan sebagai hari libur?
Dilansir dari laman Detikcom, Sabtu (9/5/2026), berikut adalah beberapa alasan sederhana, mengapa hari Sabtu dan Minggu kerap dikonotasikan sebagai “akhir pekan”, sekaligus sebagai hari libur?
1. Siklus Minggu Kerja
Secara tradisional, hari Senin hingga Jumat dianggap sebagai hari kerja utama. Oleh karena itu, Sabtu dan Minggu dianggap menjadi penutup atau “akhir” dari rangkaian aktivitas tersebut.
2. Sejarah Revolusi Industri
Pada akhir 1800-an, gerakan buruh di Amerika Serikat dan Eropa mulai menuntut waktu istirahat yang lebih manusiawi. Mengingat sebelumnya banyak pekerja yang dipaksa bekerja tujuh hari seminggu nonstop (24/7).
3. Peran Besar Henry Ford
Penetapan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari libur juga dipengaruhi oleh jasa besar seorang Henry Ford. Pada tahun 1926, pemilik Ford Motor Company ini secara resmi menetapkan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur bagi seluruh pekerjanya.
Dengan aturan ini, ia percaya bahwa memberikan dua hari libur akan membuat pekerja bisa lebih produktif saat kembali bekerja di hari Senin, dan memberi mereka waktu untuk berbelanja produk yang mereka buat.
·4. Tradisi Keagamaan
Penetapan ini juga ikut mengakomodasi waktu ibadah. Dimana hari Sabtu digunakan untuk melaksanakan ibadah Yudaisme (Sabat), dan hari Minggu untuk ibadah Kristen.
***
Dengan dinamika kehidupan yang semakin kompleks seperti saat ini, dua hari libur dalam seminggu dianggap masih belum cukup bagi sebagian orang. Karena waktu yang tersedia masih terlalu sedikit, untuk melepas penat dari lelahnya bekerja selama lima hari sebelumnya.
Selain itu, saat memasuki Minggu sore atau malam, biasanya pikiran orang-orang sudah mulai kembali stres, lantaran sudah harus memikirkan pekerjaan keesokan harinya.
Walaupun tidak semua orang pasti seperti itu, karena mereka masih mencintai pekerjaannya, sekaligus gaji yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. (*)


![-=i]j99ip[on;kl .m, - Mabur.co Hand holding a smartphone displaying the WhatsApp app screen beside a laptop.](https://mabur.co/wp-content/uploads/ij99iponkl-.m.webp)

