Mabur.co – Sejumlah peneliti berhasil mengidentifikasi spesies baru dinosaurus raksasa dari fosil yang ditemukan di timur laut Thailand.
Dinosaurus pemakan tumbuhan itu diberi nama Nagatitan Chaiyaphumensis dan disebut sebagai dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.
Penemuan ini bermula dari ditemukannya sejumlah tulang fosil di tepi sebuah kolam komunal wilayah Provinsi Chaiyaphum, Thailand, pada tahun 2016. Fosil-fosil tersebut ditemukan saat musim kemarau ketika permukaan air surut.
Setelah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun, para ilmuwan akhirnya memastikan bahwa fosil itu berasal dari spesies dinosaurus yang belum pernah dikenal atau diteliti sebelumnya.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports oleh tim peneliti dari Thailand dan London.
Dinosaurus Baru
Nagatitan chaiyaphumensis termasuk dalam kelompok sauropoda, yakni dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang yang dikenal sebagai hewan darat terbesar sepanjang sejarah bumi.
Berdasarkan analisis para peneliti, dinosaurus yang masih berkerabat dengan Brontosaurus ini memiliki berat sekitar 27 ton metrik atau seberat 15 unit mobil SUV.
Sedangkan panjang tubuhnya mencapai sekitar 27 meter. Ukuran ini jauh lebih besar dibandingkan Tyrannosaurus rex yang rata-rata hanya memiliki panjang sekitar 12 meter.
Salah satu fosil yang paling menarik perhatian adalah tulang humerus atau tulang kaki depan sepanjang 1,78 meter.
Penulis utama penelitian sekaligus ahli paleontologi asal Thailand, Thitiwoot Sethapanichsakul, mengaku terkejut saat pertama kali melihat ukuran tulang tersebut.
“Saat pertama kali saya melihat tulang humerus itu, ukurannya lebih tinggi dari saya. Itu benar-benar mengejutkan,” ujarnya sebagaimana dikutip CNN, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa ukuran dinosaurus tersebut hampir dua kali lebih besar dibandingkan spesies sauropoda lain yang sebelumnya ditemukan di Thailand.
Fosil-fosil dinosaurus ini ditemukan melalui serangkaian penggalian yang dilakukan antara 2016 hingga 2019, lalu dilanjutkan kembali pada tahun 2024.
Para peneliti mengaku menggunakan teknologi pemindaian 3D untuk mempelajari struktur tulang yang ditemukan, termasuk bagian kaki, tulang belakang, tulang rusuk, dan panggul.
Nama Nagatitan chaiyaphumensis sendiri diambil dari kata “Naga” yang merupakan sosok ular mitologis dalam budaya Asia Selatan dan Asia Tenggara yang kerap muncul di air.
Nama itu dianggap cocok karena fosil ditemukan di dekat kolam komunal.
Sementara “Titan” merujuk pada raksasa dalam mitologi Yunani, menggambarkan ukuran dinosaurus tersebut yang sangat besar. Sedangkan “chaiyaphumensis” diambil dari nama provinsi tempat fosil ditemukan.
Menurut para peneliti, dinosaurus ini hidup pada akhir periode Kapur Awal sekitar 120 juta hingga 100 juta tahun lalu.
Saat itu, wilayah Thailand diperkirakan memiliki iklim hangat dan kering dengan sistem sungai berkelok-kelok yang dihuni berbagai satwa purba seperti ikan air tawar, hiu, kura-kura, dan buaya.
Penemuan ini juga memperkuat posisi Thailand sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman fosil dinosaurus terbesar di Asia.
Kondisi lapisan batuan sedimen dari Era Mesozoikum yang masih terjaga membuat banyak fosil dapat bertahan dalam kondisi baik.
Untuk mendukung studi lanjutan mengenai dinosaurus sauropoda di Asia Tenggara, saat ini pusat penelitian telah dibangun di lokasi penemuan tersebut.
Sementara itu, rekonstruksi dinosaurus Nagatitan chaiyaphumensis berukuran asli telah dipamerkan di Museum Thainosaur di Bangkok dan menjadi daya tarik baru bagi para pengunjung serta pecinta sejarah purba.




