Cobalah Anda melihat koleksi harta kekayaan yang dimiliki. Karena menurut data Badan Pusat Statistik [BPS] 2025, 17% dari rumah tangga di Indonesia memiliki emas minimal 10 gram.
Iseng-iseng sebelum Lebaran kita singgung sedikit tentang budaya masyarakat yang suka emas.
Selain kitab suci dan seperangkat alat ibadah yang Anda punya dan Anda yakini akan menyelamatkan hidup di dunia dan akhirat, apakah Anda mempunyai emas?
Jika Anda mempunyai emas, berapa gram atau kilokah yang Anda miliki? Pertanyaan ini cukup Anda jawab di dalam hati saja. Pastilah saya tidak menuntut Anda menjelaskan pada saya.
Itu tidak penting. Asal Anda juga tahu bahwa belum lama ini pemerintah Indonesia telah memperpanjang kontrak pengelolaan Freeport dengan Amerika sampai dengan tahun 2061.
Jika kontrak Freeport dibuka sejak 1967 maka hingga 2061 kelak Anda bisa bayangkan berapa olahan emas atau kekayaan alam yang sesungguhnya sudah dikeruk?
Laporan mengenai hal itu tidak pernah ada. Yang diumumkan hanya selalu soal perpanjangan kontrak dan persentase bagi hasil. Untuk hasil yang sesungguhnya belum pernah ada LSM atau pihak lain yang pernah mengumumkan.
Paling jauh hanya kisaran hasil yang sesungguhnya. Tapi tidak apalah. Karena negara memang telah menciptakan sistem informasi mengenai Freeport hanya sampai dengan sudut pandang perpanjangan kontrak.
Selebihnya silakan Anda mengembangkan imajinasi sendiri. Yang pasti budaya tumbuh kembang emas dalam masyarakat tetap menjadi pilihan penting dalam investasi.
Budaya beternak emas tetap menjadi prioritas. Rupanya perempuan juga langsung diam ketika diplomasi yang digunakan sebagai pendekatan adalah emas.
Emas seberat sekian yang diberikan dan dipakaikan oleh Mas Anu.
Sampai di sini jika saya teringat emas, terlebih lagi yang saya miliki, dan melihat cekungan kerukan tanah area Freeport yang disulap menjadi emas, hanya bisa membuat mengelus dada.
Seorang kawan bilang, jaminan cetak kolateral dolar ada di Freeport itu. Ah, rasanya ngeri-ngeri sedap kalau dilanjutkan isi analisa obrolannya.
Sudahlah tengok saja koleksi emas Anda jika punya yang bisa jadi di bulan Ramadan ini akan bertambah beratnya karena rezeki Anda berlimpah.
Daripada hanya menduga yang tidak-tidak tentang Freeport dan membuat pening kepala mendingan mensyukuri yang kita punya.
Semoga dengan emas yang kita punya akan memperpanjang keberkahan hidup. Ada atau tidak ada Freeport. Toh kita tidak tahu emas yang kita punya dicetak dari tanah yang mana.
Apakah dari tanah Freeport atau tanah entahlah? Karena bulan puasa sebaiknya kita hindari analisa yang terlalu spekulatif. ***



