Mabur.co- Ratusan karyawan Alfamart menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng). Aksi itu dipicu oleh penutupan paksa 25 gerai Alfamart di Lombok Tengah baru-baru ini.
Koordinator aksi, Rudi Suprianto, mengatakan, meminta pemerintah daerah memberikan solusi konkret terhadap nasib ratusan pekerja yang terancam kehilangan mata pencaharian akibat penutupan toko.
“Toko Alfamart yang ditutup agar bisa dibuka dan beroperasi kembali, jika dibiarkan tutup permanen, maka ada lebih dari 150 karyawan yang akan dirumahkan dan menjadi pengangguran baru,” katanya dilansir Kumparan, Kamis (21/5/2026).
Dua Rekomendasi
Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Lombok Tengah, Dalilah, mengatakan, pemerintah daerah tetap harus menjalankan aturan yang berlaku terkait keberadaan minimarket modern.
“Saya menawarkan dua opsi yang dapat ditempuh pihak perusahaan agar usaha tetap berjalan tanpa melanggar perda. Ada dua rekomendasi kita. Yang pertama, melakukan perubahan model bisnis menjadi nonminimarket, bisa menjadi grosir yang jelas nonminimarket. Kemudian yang kedua, pindah lokasi. Opsinya hanya itu kalau kita mengacu pada regulasi,” ujarnya.




