Menghias Kampung dengan Tema Kebhinekaan, Kreativitas Menjadi Kata Kunci

3 Min Read
Decorated parade boat or float with red and white fabric on a residential street, trees in the background and a white wall fence nearby
Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia terasa di sejumlah daerah. Warga Dukuh Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, menghias kampungnya bernuansa Nusantara. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia terasa di sejumlah daerah. Warga Dukuh Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, misalnya, menghias kampung menjadi bernuasa Nusantara.  

Di sejumlah daerah, tradisi menghias kampung bahkan berkembang menjadi perlombaan antarrukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW).

Kreativitas Menjadi Kata Kunci

Penilaian tidak hanya didasarkan pada keindahan dekorasi, tetapi juga kreativitas, kekompakan warga, serta kebersihan lingkungan. Hal ini mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memeriahkan hari kemerdekaan.

Seiring perkembangan zaman, bentuk dekorasi juga semakin beragam. Jika dahulu warga lebih banyak menggunakan bendera, umbul-umbul, dan janur, kini banyak yang menambahkan lampu hias, mural bertema perjuangan, instalasi seni dari bahan daur ulang, hingga ornamen yang menampilkan tokoh-tokoh pahlawan nasional bahkan juga menghias gapura.

White decorative clock tower prop with red-and-white striped roof beside a festival street with bunting and a scooter nearby
Ornamen gapura bertema Minangkabau. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Ketua RT RW 13 Ngledok Kiwo, Mantrijeron. Arif Kusnadi, menjelaskan terkait konsep menghias dengan keragaman. Memang dari tahun ke tahun kegiatan memeriahkan HUT RI banyak konsep yang telah dicoba.

Tema Kebhinekaan

“Pada tahun ini kreasi pemuda di sini mengangkat tema kebhinekaan dan budaya di beberapa daerah. Ada beberapa budaya yang diangkat yakni Betawi, Dayak, Minangkabau, dan yang satunya lagi adalah Bugis,” katanya, Senin (17/8/2026).

Arif mengatakan, kegiatan menghias gapura bernuasa kebhinekaan dengan harapan agar adik-adik yang masih kecil bisa belajar sejarah tentang budaya Nusantara. Bisa memberikan edukasi juga terkait budaya tersebut.

“Pembuatan gapura ini, kita murni swadaya sendiri. Kita tumbuhkan gotong royong di tengah masyarakat, sehingga seluruh adik-adik yang masih kecil dari prasekolah sampai ibu-ibu, bapak-bapak, semuanya terlibat dalam pembuatan gapura kampung ini,” katanya.

Menurut Arif, ornamen gapura dipasang sampai tanggal 30 Agustus.

“Kita akan memberikan apresiasi kepada masyarakat berupa uang untuk yang paling kreatif dalam pembuatan,” katanya.

Salah satu warga, Rochmat, mengatakan, tradisi menghias kampung telah menjadi bagian dari perayaan hari kemerdekaan di Indonesia.

“Meski terlihat sederhana, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar mempercantik lingkungan. Menghias kampung merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia,” katanya.

Bagi Rochmat, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan, bukan hanya dikenang melalui upacara, tetapi juga diwujudkan dalam semangat persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui tradisi menghias kampung, masyarakat tidak hanya memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga menjaga nilai gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa sejak masa perjuangan hingga sekarang,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar