Mabur.co – Acara Rans Carnival Sleman 2026 yang rencananya akan digelar di akhir pekan ini di lapangan parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta terancam batal usai mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.
Acara yang digagas Rans Entertainment berkolaborasi dengan Cipungland milik artis Raffi Ahmad itu diboikot ditengah situasi publik yang masih diwarnai berbagai aksi demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah maupun sejumlah figur publik.
Terlebih Raffi Ahmad yang merupakan staf khusus presiden sebelumnya juga mendapat kritikan keras publik karena terlibat dalam aksi demontrasi tandingan yang digelar di Bundaran HI Jakarta pada 29 Oktober 2026.
Masyarakat yang kecewa menyerukan boikot terhadap acara Rans Carnival Sleman 2026 yang rencananya akan diisi pentas musik, bazar kuliner hingga wahana permainan serta berbagai lomba tersebut.
Di media sosial Threads, warganet nampak meminta warga Yogyakarta untuk memboikot acara tersebut. Bahkan semua pengisi acara yang sebelumnya dijadwalkan tampil juga diminta untuk ikut mengundurkan diri.
“Kata gue sih pengisi acara RANS CARNIVAL mundur deh, daripada kena cancel culture: Kayak si Happy Asmara, Masdddho, Geisha, Nurbayan, Tasya DA7, Rocket Rockers, dan lainnya. SERIUS DEH.. JANGAN ADA YANG DATANG KE RANS CARNIVAL INI YAAA GAIS!!!” Ujar salah seorang warganet.
Setelah gelombang penolakan terhadap RANS Carnival itu viral, sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil dalam acara tersebut pun langsung menyatakan mengundurkan diri.
Hingga berita ini dibuat, setidaknya tiga penampil yakni Wawes, Guyon Waton, dan Masdddho menyatakan tidak melanjutkan keterlibatan mereka dalam acara yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober dan 1 November 2026 itu.
Wawes, band asal Yogyakarta yang semula dijadwalkan tampil dalam RANS Carnival pada 1 November 2026, melalui akun resminya menyampaikan keputusan mundur setelah mempertimbangkan situasi masyarakat saat ini.
“Kami Wawes, Band dari Yogyakarta, kami dijadwalkan tampil di Rans Carnival pada tanggal 1 November 2026. Sebagai warga Yogyakarta, kami memikirkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat saat ini, kami memutuskan untuk mundur dari event tersebut,” tulis Wawes.
Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung dan berharap keputusan tersebut tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.
“Kami tidak ingin melukai hati teman-teman semuanya. Semoga tidak ada lagi kekecewaan diantara kita kedepannya Sampai bertemu di event selanjutnya. Sehat selalu untuk teman teman semuanya,” lanjut pernyataan tersebut.
Keputusan serupa disampaikan manajemen Guyon Waton. Grup musik asal Kulon Progo tersebut semula juga dijadwalkan tampil di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober 2026.
Dalam pernyataan di akun resminya, manajemen Guyon Waton mengakui adanya pembicaraan luas di media sosial mengenai kehadiran mereka di acara tersebut. Setelah mempertimbangkan situasi, mereka memutuskan tidak melanjutkan penampilan.
“Atasnama Management Guyon Waton kami memohon maaf untuk tidak bisa melanjutkan Acara tersebut,” tulis manajemen Guyon Waton.
Mereka menegaskan keputusan itu bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Pertimbangan utama, mereka dikatakan berkaitan dengan kondisi keamanan, kenyamanan masyarakat, serta potensi munculnya persepsi dan kesalahpahaman.
“Pertimbangan utama kami bukan terkait dengan materi acara, melainkan lebih kepada aspek kondusivitas, keamanan, kenyamanan masyarakat, serta potensi munculnya persepsi dan kesalahpahaman di tengah situasi publik yang sedang cukup sensitif,” tulis pernyataan Guyon Waton.
Musisi Masdddho juga mengumumkan pengunduran dirinya dari acara di Maguwoharjo yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menyampaikan keputusan tersebut bersama timnya melalui akun media sosial.
“Dengan adanya situasi yang terjadi saat ini Izinkan saya untuk ikut bersuara Saya & Tim memutuskan untuk mengundurkan diri dari acara tersebut,” tulis Masdddho.
Masdddho menyebut musik bukan sekadar hiburan dan panggung bukan hanya tempat untuk tampil. Menurut dia, ada nilai, kepedulian, dan suara masyarakat yang perlu dihargai.
“Bagi kami, musik bukan sekadar hiburan dan panggung bukan hanya tentang penampilan. Ada nilai, kepedulian, dan suara masyarakat yang juga perlu dihargai,” tulisnya.
Ia juga menyatakan bertanggung jawab atas keputusan tersebut dan meminta maaf apabila ada pihak yang merasa tersakiti.
“Keputusan ini saya ambil dengan keadaan sadar dan bertanggung jawab penuh atas kegaduhan yang terjadi saya mohon maaf sebesar besar nya jikalau ada kesalahan atau ada pihak yang tersakiti,” lanjut Masdddho.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dan menutup unggahan dengan kalimat, “Panjang Umur Perjuangan.”
