Mabur.co – Afghanistan adalah salah satu tempat terakhir di dunia di mana fotografer menggunakan jenis kamera instan sederhana yang disebut kamra-e-faoree untuk mencari nafkah.
Kamera kayu buatan tangan ini berfungsi sebagai kamera dan kamar gelap dalam satu alat, dan generasi warga Afghanistan telah berfoto dengannya, biasanya untuk foto identitas.
Pada suatu waktu, alat ini bahkan dilarang ketika, selama periode awal pemerintahan mereka di Afghanistan, Taliban melarang fotografi, memaksa fotografer untuk menyembunyikan atau menghancurkan peralatan mereka.
Kamera Instan
Dilansir dari AFP, Kamera Kotak Afghanistan adalah kamera kayu berbentuk kotak sederhana yang secara tradisional digunakan oleh fotografer yang bekerja di jalanan, yang sebagian besar menghasilkan potret identitas instan untuk klien mereka.
Dalam bahasa Dari, kamera ini dikenal sebagai kamra-e-faoree yang berarti kamera instan. Kamera ini juga kadang-kadang disebut kamra-e-faoree-e-chobi (kamera kayu instan) atau kamra-e-chobi (kamera kayu).
Dalam bahasa Pashto, kamera ini kadang-kadang disebut sebagai da lastunri kamra (kamera lengan) karena adanya lengan di sisi kamera tempat fotografer memasukkan lengannya.
Kamera kotak kayu menjadi jejak sejarah fotografi di Afghanistan yang hampir hilang. Hanya ada segelintir orang yang menyimpannya. Seorang penduduk Afghanistan bernama Haji Mirzaman masih ingat betul saat ia remaja untuk pertama kalinya mengunakan kamera kotak kayu yang ia buat sendiri di studio sepupunya di pusat kota Kabul.
Sebelum Taliban melarang fotografi makhluk hidup selama pemerintahan mereka di tahun 1990-an, Haji adalah salah satu dari puluhan fotografer jalanan yang bekerja mengambil potret orang, terutama untuk tujuan identifikasi, di Afghanistan.
Selama masa pendudukan Pasukan Barat di Afghanistan, para fotografer Kamra-e-Faoree diam-diam keluar dan mulai mengambil foto lagi, didorong oleh masuknya koresponden asing Barat dan kurangnya kendali Taliban.
Waktu berlalu, kamera digital dan telepon menjadi hal yang biasa, dan ketika Taliban merebut kembali kendali Afghanistan pada 2021, konsep fotografi kamera kotak sudah ketinggalan zaman, memaksa industri ini untuk beralih ke kalangan penggemar dan museum.
Sejak Abad ke-19
Kamera kotak di Afghanistan sudah ada sejak abad ke-19. Sistem unik untuk membuat foto dalam satu mesin ini bekerja dengan cara pertama-tama membuat negatif kertas, kemudian memotret negatif tersebut untuk membuat gambar positif. Kamera ini berfungsi sebagai kamera dan ruang gelap sekaligus.
“Saya selalu ingat pertama kali saya mendengar tentang fotografer kamera kotak di Asia Tengah. Saya terpesona oleh sebuah gambar yang saya lihat karya Steve McCurry tentang seorang fotografer Kamra-e-Faoree yang duduk di samping kameranya di Kabul, dan saya langsung tertarik.
Gambar ini, yang sekarang muncul di sampul depan buku Steve tentang Afghanistan, tentu saja merupakan salah satu foto paling ikonik yang pernah diambil di Afghanistan,” ujar Haji Mirzaman, salah seorang fotografer setempat. ***
