Mabur.co – Tim Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mengunjungi Kabupaten Kulon Progo, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan dilakukan dalam rangka melihat langsung upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Rombongan sendiri nampak mengunjungi Kapanewon Kokap untuk melihat sejumlah potensi dan program pemberdayaan masyarakat.
Di antaranya kawasan Waduk Sermo, pengembangan usaha lokal Kopi Roro, serta lokasi padat karya yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Advokasi Kebijakan Kemendagri
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan, Keuangan Daerah, dan Desa BSKDN, Rochayati Basra, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari advokasi kebijakan Kemendagri terkait penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, kebijakan pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada dokumen. Hasil kajian harus ditindaklanjuti dengan pembinaan, pengawasan, dan pendampingan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan yang paling mulia adalah bagaimana hasil kajian tentang kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tidak hanya selesai di laci, tetapi ada keberlanjutan, pembinaan, dan pengawasan,” ujarnya.
Rochayati mengatakan, kunjungan lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung sekaligus melihat potensi yang dapat dikembangkan.
Sinkronisasi Data Kemiskinan
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan dan sinkronisasi data kemiskinan agar program pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Kalau tidak turun ke lapangan, kita tidak tahu kondisi sebenarnya. Maka advokasi ini penting supaya ada keberlanjutan dan pendampingan, sehingga kebijakannya ada kebermanfaatan dan ada praktik baik yang bisa ditiru daerah lain,” katanya.
Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah Kopi Roro. Rochayati menilai usaha tersebut dapat menjadi contoh pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
“Ini satu terobosan entrepreneur. Bagaimana kemudian Kulon Progo bisa menciptakan entrepreneur-entrepreneur yang lain, sehingga tidak hanya berhenti pada Kopi Roro,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan potensi lokal dapat diperluas dengan mendorong munculnya usaha-usaha baru. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan secara mandiri.
Sementara itu Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kapanewon, kalurahan, lembaga sosial, dan masyarakat.
“Bagaimanapun kita bisa dan mampu apabila kita saling bergandeng tangan, berkolaborasi, dan berkoordinasi,” ungkapnya.
Panewu Kokap, Mudopati Purbohandowo, mengatakan meski berada di perbukitan, wilayah Kapanewon Kokap memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Terlebih selama ini masyarakat Kokap dikenal memiliki jiwa sosial dan gotong royong yang masih sangat tinggi. Sehingga diharapkan dapat menjadi modal penting untuk mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.
