Mabur.co – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai melumpuhkan berbagai infrastruktur dan layanan publik.
Suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius sejak sepekan terakhir bahkan mampu menyebabkan kerusakan jalan raya, hingga mengakibatkan jalur transportasi terganggu.
Anadolu Agency, kantor berita internasional milik Turki, melaporkan, Jerman menjadi salah satu negara yang mengalami kelumpuhan di sektor transportasi.
Hingga Selasa pagi, sejumlah ruas jalan tol di negara bagian Brandenburg dan Saxony-Anhalt masih ditutup setelah permukaan jalan mengalami kerusakan akibat suhu yang terlalu tinggi.
Pemerintah bahkan meminta pengendara menghindari ruas Autobahn A2, salah satu jalur utama yang menghubungkan wilayah timur dan barat Jerman, karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Tak hanya jalan raya, panas ekstrem juga menyebabkan aspal di Kota Leipzig meleleh hingga menutupi rel trem, sehingga sejumlah rute transportasi umum terpaksa dihentikan sementara.
Warga Jerman Mengeluh
Warga Jerman sendiri mengeluhkan minimnya kesiapan pemerintah Jerman untuk menghadapi gelombang panas yang semakin sering terjadi saat ini.
Melanie, warga Frankfurt, menyebut masih banyaknya kereta maupun transportasi umum yang belum dilengkapi sistem pendingin udara yang memadai.
Begitu juga dengan Asosiasi Nasional Dokter Asuransi Kesehatan Wajib Jerman yang menilai pemerintah belum memberikan dukungan yang cukup kepada fasilitas layanan kesehatan dalam menghadapi lonjakan pasien akibat cuaca panas.
Sementara itu sejumlah negara lain dilaporkan mulai menerapkan langkah adaptasi yang lebih cepat untuk mengantisipasi dampak gelombang panas.
Di Spanyol, pemerintah memanfaatkan berbagai bangunan publik seperti perpustakaan, museum, dan gedung pemerintahan sebagai tempat perlindungan iklim (climate shelters).
Fasilitas tersebut menyediakan ruangan berpendingin udara serta air minum gratis bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang tidak memiliki pendingin ruangan di rumah.
Konsep climate shelters ini saat ini semakin banyak diterapkan di berbagai kota di Eropa sebagai salah satu solusi menghadapi suhu ekstrem yang diperkirakan akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

