Mabur.co – Keterampilan pengukir Jepara kembali mendapat tempat di panggung internasional. Tiga pengukir asal Jepara, Jawa Tengah, bertolak ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal yang menjadi salah satu simbol persahabatan Indonesia dan Bosnia.
Menariknya, ornamen yang akan direstorasi merupakan karya pengukir Jepara dari puluhan tahun lalu. Ukiran tersebut merupakan bagian dari hadiah Presiden ke-3 RI BJ Habibie untuk Bosnia dan Herzegovina. Ketiganya adalah Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo.
Diplomasi Budaya Merawat Warisan Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menuturkan, inisiasi pengiriman tiga pengukir asal Jepara untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, bukan sekadar pekerjaan teknis.
“Langkah itu merupakan diplomasi budaya yang berangkat dari keterampilan masyarakat sekaligus merawat warisan bangsa yang telah hadir di luar negeri sejak puluhan tahun lalu,” katanya, dilansir laman MPR RI, Rabu (21/10/2026).
Lestari Moerdijat, menjelaskan, ketiga pengukir tersebut berangkat pada Selasa (13/10/2026) dipimpin Ikhwan Syaefulloh.
“Ornamen yang direstorasi merupakan karya pengukir Jepara hadiah Presiden ke-3 RI BJ Habibie untuk Bosnia dan Herzegovina. Namun, identitas para pengukir aslinya hingga kini belum berhasil ditelusuri,” ucapnya.
Menurut Lestari Moerdijat, hal itu juga sebagai upaya memperkuat pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Apalagi sejumlah ornamen Masjid Istiklal mengalami kerusakan.
“Enam pilar berukir dari kayu jati, bahkan memerlukan penggantian menyeluruh, karena kondisinya tidak memungkinkan diperbaiki dengan metode penambalan. Pekerjaan restorasi juga mencakup bagian tangga dan hiasan dinding,” katanya.
Diplomasi budaya pun bukan sekadar kerja sama antar-pemerintah.
“Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, Bosnia, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara,” ujarnya.
Daya Jangkau Internasional
Bagi Lestari Moerdijat, keberadaan karya ukir Jepara di Sarajevo membuktikan bahwa keterampilan tradisional Indonesia memiliki daya jangkau internasional sejak puluhan tahun lalu.
“Fakta bahwa ukiran Jepara telah hadir di Sarajevo sejak puluhan tahun lalu menunjukkan bahwa keterampilan tradisional kita memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dari yang sering kita sadari. Ini adalah warisan bangsa yang harus kita rawat bersama,” ujarnya. ***
