Kontroversi Mainan Anak Squishy di Eropa, Dianggap Berbahan Kimia Pemicu Kanker

4 Min Read
Mainan squishy yang kenyal penuh kontroversi. Dianggap berbahan kimia pemicu kanker. Foto: Istimewa

Mabur.co – Mainan squishy kini menjadi kegilaan kalangan anak-anak karena teksturnya yang lembut dan seronok. Namun, di sebalik popularitasnya, timbul persoalan, apakah benar-benar aman jika digunakan. Para orang tua perlu memahami fungsi serta potensi risiko sebelum membenarkan anak bermain dengan mainan ini. 

Walaupun nampak seperti mainan ringkas, pemilihan bahan dan cara penggunaan sebenarnya memainkan peranan penting dalam aspek kesehatan dan keselamatan. Fenomena squishy pun kini semakin viral dan meluas di media sosial, terutama di kalangan anak-anak itu sendiri.

Reka bentuk dan warna yang menarik menjadikannya mudah diminati. Tambahan pula, video satisfying yang membuat semakin disukai.

Tren ini juga banyak dipengaruhi oleh platform seperti Tik Tok dan YouTube, di mana mainan ini sering dijadikan bahan hiburan visual yang menenangkan.

Anak-anak mudah terpengaruh dengan tren apalagi mudah dimiliki.  Selain faktor hiburan, squishy juga sering dijadikan koleksi.

Bentuknya Menarik

Bentuknya yang menarik, seperti makanan dan karakter tertentu yang populer, menjadikan lebih sekadar permainan biasa.

Dilansir dari Good Housekeeping, Minggu (18/10/2026), di banyak negara, termasuk di Indonesia, mainan squishy warna-warni memang kerap dipasarkan sebagai mainan sensorik yang dirancang untuk diremas, ditekan, atau ditarik. Memberikan sensasi yang menyenangkan bagi anak-anak.

Namun para dokter mengingatkan bahaya di baliknya. Hal ini karena beberapa laporan yang muncul tentang anak-anak dan remaja yang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar serius.

Tragedi ini pernah terjadi khususnya untuk mainan NeeDoh yang merupakan mainan berisi bahan gel kental. Apalagi beberapa waktu lalu muncul hoaks di media sosial bahwa produk ini bisa dipanaskan di microwave.

Mengandung Bahan Kimia Pemicu Kanker

Oleh sebab itu pula squishy sudah dilarang beredar di Denmark karena adanya sebuah riset. Agensi Perlindungan Lingkungan Denmark melakukan tes terhadap 12 mainan ini dan menemukan seluruh sampel mengandung bahan kimia yang bisa memicu kanker.

Dalam squishy tersebut juga ditemukan bahan yang bisa berkontribusi terhadap kerusakan hati, masalah pernafasan, kemandulan, dan iritasi mata.

Menteri lingkungan dan kesehatan Denmark, Jakob Ellemann Jensen menjelaskan, penemuan bahan-bahan berbahaya dari 12 sampel squishy tersebut menjadi sebuah sinyal untuk mulai menghentikan penggunaannya. Hasil studi mengindikasikan masalah tersebut juga kemungkinan ada pada semua squishy.

Hasil penelitian tersebut sudah dibagikan pada beberapa negara lain, namun belum ada negara lain yang juga melarang peredaran squishy. Peredarannya pun tak hanya dilakukan oleh satu merek atau satu perusahaan saja.

Industri mainan di Eropa juga masih berdebat tentang hal ini. Sebab, tes terhadap 12 squishy saja dianggap tidak bisa menjustifikasi pelarangan edar yang dilakukan Denmark.

Penelitian tersebut menganalisa bahan kimia yang muncul ketika anak tidur sambil meremas squishy yang baru dibuka dari kemasannya satu jam sebelumnya.

Para peneliti menemukan, anak-anak mungkin terpapar Dimetilformamida (DMF) tingkat tinggi. DMF adalah senyawa kimia yang bisa diserap melalui kulit dan kerap dikaitkan dengan kerusakan hati, sembelit, dan muntah-muntah.

Mereka juga menemukan 12 squishy tersebut mengandung triethylenediamine dan cyclohexanone tinggi, bahkan hingga tiga hari setelah mainan dibuka dari kemasannya.

Laporan ini meminta para distributor dan importir Denmark untuk menghentikan peredaran squishy hingga bisa dibuktikan bahwa mainan tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya bagi anak.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar