Mabur.co – Guru besar ilmu politik, Saiful Mujani, tidak hanya mengkritik kinerja Prabowo Subianto sebagai presiden RI.
Kali ini ia juga ikut mengkritik jajaran yang ada di bawahnya, khususnya yang berurusan dengan perekonomian masyarakat.
Dalam podcast terbaru bersama Prof. Rhenald Kasali, Saiful menganggap bahwa Menteri Keuangan era kabinet Merah Putih saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa, tidak benar-benar mampu menggambarkan kondisi real perekonomian yang ada di lapangan.
Saiful bahkan menilai, apa yang diucapkan Purbaya dalam beberapa kesempatan, seringkali tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
“Kalau saya melihatnya, setelah melakukan diskusi dengan berbagai ekonom yang saya percaya, apa yang disampaikan Purbaya (dalam banyak kesempatan di berbagai media) itu berbahaya. Dia suka bikin klaim aja seperti itu (ekonomi kita masih aman dan lain-lain). Itu sudah menunjukkan betapa rapuhnya kebijakan-kebijakan yang mau diambil oleh pemerintah,” ungkap Saiful dalam podcast bersama Prof. Rhenald Kasali, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Rhenald Kasali, Minggu (26/4/2026).
Saiful sendiri lebih mempercayai pandangan dari para ekonom (pengamat ekonomi), yang menurutnya lebih kompeten menyampaikan data dan kondisi ekonomi secara real, tanpa ada kepentingan tertentu.
Di sisi lain, sebagai pembantu presiden sekaligus perwakilan negara, tentu saja nasib dan kredibilitas Purbaya cukup dipertaruhkan melalui ucapan-ucapannya di berbagai media massa.
Bagi Saiful, itulah yang membuat Purbaya seolah “overconfidence” setiap kali ditanya terkait kondisi ekonomi nasional.
Padahal kenyataan yang terjadi justru seringkali bertolak belakang, dengan ucapan-ucapan Purbaya yang disampaikan kepada publik.
“(Ketika Purbaya sering menyampaikan sesuatu yang bertolak belakang dengan fakta di lapangan) itu justru menimbulkan ketidakpastian, ketidakpercayaan kita di domestik, maupun mancanegara apalagi,” tambah Saiful.
Atas dasar itulah, Saiful menyetujui apa yang pernah disampaikan oleh pengamat politik lainnya, Feri Amsari, dalam acara halal bihalal yang menjadi kontroversial itu.
Pada kesempatan tersebut, Feri menyatakan bahwa masalah utama di negeri ini ada tiga, yakni Prabowo, Prabowo, dan Prabowo.
Sementara Purbaya juga merupakan orang yang direkrut oleh presiden Prabowo pada September 2025 lalu, untuk menggantikan posisi Sri Mulyani di Kementerian Keuangan.
Maka ketika kondisi ekonomi yang terjadi saat ini justru semakin memburuk, hal itu juga merupakan kesalahan dari Prabowo, yang tidak kompeten merekrut orang di Kemenkeu, dan seterusnya. (*)



