Mabur.co – Banjir bandang menerjang Dusun Batur, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (3/5/2026) malam.
Peristiwa ini pun langsung viral di media sosial. Dalam video yang beredar warga nampak panik saat melihat air bercampur lumpur menerjang hingga masuk ke rumah mereka.
Dikutup beritasatu.com, banjir yang terjadi secara ttiba-tiba ini terjadi dipicu oleh selokan yang tersumbat material kayu, sehingga air meluap dan mengalir deras ke jalan serta permukiman warga.
Menurut laporan BPBD Kabupaten Magelang, banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Air yang tidak tertampung akibat sumbatan kayu di saluran akhirnya meluap, membawa material berupa lumpur, kayu, hingga sampah ke rumah-rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa tim SAR bersama pemerintah desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan.
Petugas dan warga bergotong royong membersihkan material yang menyumbat selokan agar aliran air kembali normal.
Akibat banjir bandang ini, sedikitnya 11 rumah terdampak, satu rumah mengalami kerusakan ringan, dan satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Selain itu, dua unit sepeda motor sempat hanyut terbawa arus, meski akhirnya berhasil ditemukan warga.
Sementara itu dikutip Detik.com, Senin (4/5/2026) salah satu warga, Suheri, menceritakan detik-detik banjir yang berlangsung sangat cepat. Air tiba-tiba masuk ke rumahnya saat waktu Magrib dengan ketinggian mencapai sekitar tiga meter.
“Airnya langsung masuk, saya panik dan lari. Sepeda motor saya hanyut sampai sekitar 100 meter,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rumahnya berada dekat saluran air yang berhulu dari Gunung Sukorini. Material kayu yang terbawa dari atas gunung menyumbat aliran air, sehingga menyebabkan air meluap ke permukiman.
Banjir berlangsung hingga sekitar tengah malam sebelum akhirnya mulai surut. Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Sementara itu, Camat Grabag, Sri Utari, menyebut tingginya curah hujan sejak pukul 13.00 WIB menjadi faktor utama yang memperparah kondisi. Ia mengapresiasi kewaspadaan warga yang sigap menyelamatkan diri.
“Alhamdulillah masyarakat masih terjaga dan waspada, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Hingga Senin (4/5/2026), warga masih bergotong royong membersihkan lumpur yang masuk ke rumah dan menutup akses jalan. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Magelang dan sekitarnya.



