Mabur.co– Usai mengunggah kritik soal kasus keracunan massal akibat MBG di sejumlah daerah di akun Instagram dan Facebook, aktivis Suara Ibu Indonesia, Kalis Mardiasih, mengaku pernah mengalami intimidasi. Kritik tersebut pada Januari 2026.
Kalis Mardiasih menjelaskan, rupanya ia menjadi target teror karena kritik program MBG di ruang publik. Padahal, di tengah maraknya kasus keracunan akibat MBG, dia mengharapkan adanya upaya pernyataan keprihatinan atau permintaan maaf dari pemerintah.
“Saya mengharapkan ada langkah yang dilakukan agar hal itu tak terjadi lagi,” ujarnya dilansir Tempo.co, Selasa (5/5/2026).
Menurut Kalis, hingga hampir setahun berlalu, tidak ada kejelasan mekanisme evaluasi maupun pertanggungjawaban atas kasus-kasus tersebut.
“Kami tidak pernah mendengar ada satu nama pun yang dimintai pertanggungjawaban,” kata dia.
Ia juga mengungkapkan, kasus serupa tidak hanya terjadi di Bandung Barat, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Blora, Pati, Kudus, Grobogan, hingga Yogyakarta.
Kalis juga mengkritik desain dan tata kelola program MBG. Ia menilai tidak ada mekanisme pengawasan yang jelas, baik dari sisi keamanan pangan maupun distribusi.
Hal ini, menurut dia, menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
“Sebagai ibu, harusnya anak berangkat ke sekolah dengan rasa aman. Tapi sekarang justru ada kekhawatiran karena program ini,” katanya. ***



