Mabur.co– Kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare kembali menuai sorotan sebagian publik di media sosial. Sebelumnya, warganet sempat dihebohkan dengan kasus penganiayaan terhadap para korban anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Kini, kasus kekerasan di tempat penitipan anak tersebut juga dilaporkan terjadi pada wilayah Banda Aceh.
Terlihat dalam unggahan X @txtdarigenz97, pada Rabu, 29 April 2026, sebuah rekaman CCTV menunjukkan adanya dugaan kekerasan terhadap balita di lokasi kejadian.
“Bayangin, sudah percaya dan bayar daycare, tapi anak malah diperlakukan seperti ini,” tulis postingan tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Baby Preneur Daycare, Husaini, mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan memecat tiga orang yang terlibat, termasuk pelaku utama.
“Tiga orang telah kita pecat satu jam setelah kejadian. Satu pelaku dan dua orang yang berada di lokasi,” kata Husaini, dilansir Metro tv, Rabu (29/4/2026).
Husaini menjelaskan, sistem CCTV di penitipan tersebut dapat diakses oleh seluruh orang tua.
“Setelah mengetahui kejadian itu, pihak yayasan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan kondisi korban,” ucapnya.
Husaini mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan orang tua korban untuk menyampaikan permohonan maaf dan penjelasan terkait insiden tersebut.
Manajemen juga menyatakan akan memperketat pengawasan ke depan, sementara kasus ini kini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Kami sudah bertemu dengan orang tua korban dan menyampaikan permohonan maaf. Saya orang pertama yang menyampaikan kejadian itu ke orang tua korban. Kami akan memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.



