Mabur.co – Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Usia 89 tahun.
Dari seorang guru SD di Gombong, Kebumen, lahir 4 September 1937 dengan nama Tjhie Pwee Giok, ia menjadi perempuan yang mengajarkan Indonesia cara merawat diri tanpa malu pada akar sendiri.
Anak bungsunya, Dr. Kilala Tilaar, yang menunggui detik terakhirnya berkata pelan di rumah duka Patra Kuningan: “Kami mohon doanya supaya Ibu damai di sisi Tuhan. Ibu sempat sakit dalam seminggu terakhir, sebetulnya sakit ringan seperti flu, tetapi hari ini beliau berpulang dalam tidurnya,” ujar Kilala saat ditemui di Rumah Duka kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Rabu, tulis matamata.com.
Kuliah di Academy of Beauty Culture
Kisahnya tentang etnografi kecantikan Indonesia. Tahun 1970, di garasi rumah orang tuanya di Menteng, ia membuka “Martha Salon”.
Modalnya bukan uang, tapi resep jamu dari ibu dan keraton yang dipelajari dari Titi Poerwosoenoe di Yogyakarta.
Di Bloomington, Indiana, saat ikut suaminya H.A.R. Tilaar kuliah, ia sekolah di Academy of Beauty Culture dan jadi sales girl Avon, menyalin selebaran promosi dari pintu ke pintu.
Putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar, menambahkan: ibunya sempat dirawat 8-9 hari intensif, punya riwayat asma dan pernah pendarahan 1,5 tahun lalu. Rencananya dimakamkan Jumat, 16 Oktober 2026 di San Diego Hills, Karawang.
Martha bukan sekadar pendiri PT Martina Berto Tbk dengan merek Sariayu, Biokos, dan Dewi Sri Spa. Ia adalah pembangkang mitos.
Angkat Jamu Gendong Jadi Produk Laboratorium SNI
Di Jawa, ada mitos lama: perempuan cantik itu londo, putih, berbedak tebal. Martha membalik, cantik itu sawo matang, boreh Bali, lulur Jawa, minyak kemiri.
Ia mengangkat jamu gendong yang dulu dianggap kampungan menjadi produk laboratorium ber-SNI.
Terima Bintang Budaya Parama Dharma
Pemerintah mencatat pada 2016 ia menerima Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI dan 2018 dinobatkan sebagai SDG Pioneer oleh United Nations Global Compact, seperti ditulis Grid.ID.
Ia mulai merintis bisnis kecantikan pada 1970 dengan Martha Tilaar Center di Cikupa. Ia membangun perpustakaan jamu, museum, dan kebun 1.500 jenis tanaman obat.
Di Yogyakarta, para penjual jamu masih meramu kunyit-asam dengan mantra: saking Gusti, waras.
Seperti tulis Ayu Utami dalam novel Saman: “Kecantikan adalah pemberontakan yang lembut.”
Martha Tilaar sudah pergi. Tapi setiap pagi ketika ibu-ibu di Pasar Godean mengoles Sariayu di wajahnya, warisannya hidup, bahwa cantik tidak perlu jadi orang lain. ***
