Mabur.co – Maraknya isu penggulingan Prabowo Subianto dari kursi RI 1 telah memantik perhatian sejumlah pihak, terkait apa yang seharusnya dilakukan oleh rakyat, demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Menurut pengamat politik sekaligus freethinker, Mahendra Dhandi Uttunggadewa, mengganti presiden Prabowo atau yang disebut sebagai impeachment (secara konstitusional), maupun cara-cara lain di luar konstitusi, sama sekali tidak akan mengubah Indonesia jadi lebih baik.
Hal itu sudah bisa diprediksi Dhandi, lantaran Prabowo pun terpilih di dalam sistem ketatanegaraan yang sudah rusak sejak lama. Sehingga siapapun presiden yang sedang berkuasa, masalahnya akan tetap selalu sama.
“Enggak, saya enggak setuju jatuhkan Prabowo. Catat hari ini, saya enggak setuju. Yang saya inginkan adalah revolusi. Menuntaskan revolusi yang belum selesai. Bukannya menjatuhkan Prabowo. Tapi kalau akhirnya Prabowo jatuh (akibat terjadinya revolusi) itu urusan lain,” ungkap Mahendra Dhandi dalam sebuah diskusi di Jakarta, seperti dilansir dari kanal YouTube Sociocorner, belum lama ini.
Dhandi menambahkan, Indonesia sampai saat ini belum berhasil menyelesaikan revolusi yang sudah dimulai pada 1998 silam. Oleh karena itu, alih-alih mengganti presiden lalu timbul masalah baru lagi, lebih baik Indonesia bisa benar-benar berevolusi sesuai dengan kehendak rakyat.
“Persoalannya bukan apakah Prabowo jatuh (lengser dari presiden) atau tidak. Lagi pula setelah dia jatuh, situasi apa yang kemudian ingin dibangun di negara ini? Itu dulu yang harus dijawab oleh kita semua,” tambah Dhandi.
Karena bagi Dhandi, melaksanakan revolusi bukan hanya tentang mengganti orang (termasuk presiden) di dalamnya, melainkan juga bagaimana tata negara ikut diubah secara keseluruhan.
Agar siapapun presidennya kelak, dia tidak perlu jatuh ke lubang yang sama. Apalagi jika harus dimakzulkan oleh rakyatnya sendiri. (*)
.


