Protes Kabut Asap, Warga Malaysia Gelar Aksi Demo di Depan KBRI

2 Min Read
Group of protesters holding bright yellow placards; two men exchange a document while a panda mascot stands on the right with a sign about haze
Sejumlah warga Malaysia gelar aksi demo di depan KBRI Kuala Lumpur untuk memprotes kabut asap kebakaran hutan. (Foto: Free Malaysia Today)

Mabur.co – Pencemaran udara akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia membuat masyarakat dan sejumlah aktivis lingkungan Malaysia geram. 

Mereka bahkan menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur, pada Jumat (4/9/2026) hari ini.

Dilansir Free Malaysia Today, puluhan warga yang tergabung dalam kelompok masyarakat sipil Malaysia melakukan aksi demo dengan membawa sejumlah poster.

Mereka menuntut transparansi serta pertanggungjawaban pemerintah Indonesia atas kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap hingga ke wilayah Malaysia. 

Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia mengungkap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kebakaran hutan dan pembakaran lahan, khususnya perusahaan yang dimiliki atau terkait dengan kepentingan Malaysia.

Perlu Keterbukaan

Perwakilan Greenpeace Malaysia, Heng Kiah Chun, mengatakan keterbukaan diperlukan agar perusahaan yang tidak terlibat dapat membersihkan namanya, sementara perusahaan yang terbukti tidak patuh dapat dimintai pertanggungjawaban.

Kelompok masyarakat sipil Malaysia juga meminta pemerintah kedua negara meningkatkan koordinasi. Mereka mendorong Perdana Menteri Anwar Ibrahim berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto untuk berbagi data, analisis dan informasi mengenai perusahaan yang terkait dengan kebakaran.

Selain itu, mereka kembali mendesak Malaysia memiliki undang-undang khusus mengenai kabut asap lintas batas.

Menurut kelompok tersebut, aturan itu diperlukan agar perusahaan Malaysia yang beroperasi di luar negeri tetap dapat dimintai pertanggungjawaban apabila aktivitasnya menyebabkan dampak lingkungan lintas negara.

Status Darurat

Sementara itu dilansir The Star, pemerintah Malaysia sendiri telah menetapkan status darurat di sejumlah wilayah akibat dampak kebakaran hutan. Salah satunya di wilayah Serian, Sarawak.

Keputusan itu disetujui Raja Malaysia Sultan Ibrahim pada Jumat (4/9/2026), berdasarkan pertimbangan dan masukan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Pemerintah Sarawak, serta sejumlah instansi terkait.

Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan, langkah tersebut diambil setelah kualitas udara di wilayah tersebut mencapai tingkat berbahaya. 

Dilaporkan kondisi udara di Serian sempat menembus API 519, melampaui ambang 500 yang menjadi indikator kondisi sangat kritis. Hingga sore hari, angka tersebut masih berada di atas 500.

Kota Kuching juga mengalami kualitas udara berbahaya dengan API sekitar 313. Sementara Samarahan dan Sri Aman berada pada kategori sangat tidak sehat.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar