Kampung Dipowinatan, Andalkan Potensi Wisata Blusukan dan Sendratari Ramayana Ballet

2 Min Read
Kampung wisata Dipowinatan atau yang lebih dikenal dengan nama Dipowisata Urban Tourism. Kawasan inti sekaligus pintu masuk utama bagi wisatawan, memiliki tiga kawasan penyangga atau klaster yaitu kampung kerajinan di Keparakan Kidul, kampung seni budaya Pujokusuman, dan kampung kuliner Keparakan Lor. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co– Jika dilihat sepintas tidak ada yang istimewa dari kampung Dipowinatan. Salah satu kampung di pusat kota Yogyakarta atau tepatnya berada di Kalurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, ini layaknya kampung lainnya.

Di balik suasana kampung yang padat permukiman, tersimpan beragam potensi yang begitu menarik. Bermodalkan potensi tersebut sejak tahun 2006 yang lalu kampung ini mendeklarasikan diri menjadi kampung wisata.

Dilansir dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Jumat (19/6/2026), Kampung wisata Dipowinatan atau yang lebih dikenal dengan nama Dipowisata Urban Tourism merupakan kawasan inti sekaligus pintu masuk utama bagi wisatawan.

Tiga Kawasan Penyangga

Memiliki tiga kawasan penyangga atau cluster yaitu kampung kerajinan di Keparakan Kidul, kampung Seni Budaya Pujokusuman dan kampung kuliner Keparakan Lor.

Dalam sisi yang lain pengembangan kampung wisata Purawisata memiliki atraksi unggulan berupa Sendratari Ramayana Ballet yang digelar secara reguler, serta adanya bangunan cagar budaya nDalem Djoyodipuran yang saat ini digunakan sebagai Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).

Dengan adanya objek tersebut, maka pengelola kampung wisata Dipowinatan membangun kerja sama kemitraan dengan membuat paket gabungan dengan pihak Purawisata, yaitu paket Blusukan (Rambling) yang diakhiri dengan Dinner serta menyaksikan gelar pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet.

Kampung wisata Dipowinatan sebagai kampung wisata yang berbasis pada sosial budaya dan tradisi juga mengandalkan potensi atraksi kehidupan sosial sehari-hari masyarakat dan tradisi siklus daur hidup masyarakat Jawa yang masih dipelihara.

Dijalankan oleh masyarakat setempat sehingga paket-paket wisata yang dibuat senantiasa tetap berbasis pada nilai-nilai unik, autentik, dan spesifik.

Tidak dibuat-buat namun ditampilkan apa adanya. Kampung wisata Dipowinatan juga telah memilih dan menetapkan pangsa pasarnya untuk wisatawan mancanegara.

Bersifat family group atau pun grup terbatas dan tidak tergantung pada mass tourism atau wisatawan massal dengan pertimbangan demi untuk terjaganya tata lingkungan sosial yang tetap baik. Tetap kondusif serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment