Mabur.co- Wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, memiliki beragam destinasi wisata. Selain wisata budaya, kuliner, wisata alam dan buatan, ada juga beragam potensi wisata spiritualnya.
Salah satu wisata spiritual yang boleh jadi belum banyak diketahui oleh masyarakat luas namun kian menggeliat, yakni pemandian pancuran sempor yang terletak di Padukuhan Benteng, Kalurahan Tridadi, Sleman.

Pancuran sempor merupakan sumber air atau mata air yang muncul di bawah Pohon Gayam. Alirannya cukup deras mengalir ke dua arah.
Warga membuatkan saluran dari pipa paralon, agar airnya bisa lebih mudah digunakan. Pancuran Sempor ini mengalir tepat dari tebing Kali Sempor, Padukuhan Beteng Durenan. Keberadaannya saat ini makin terawat dan bersih.

Tak heran, peziarah merasa betah berada di kompleks Pancuran Sempor. Tempatnya sejuk dan teduh karena masih ada pohon beringin tua yang tinggi menjulang.
Pohon Beringin Tampak Keramat
Keberadaan pohon beringin tua itu pula yang membuat kawasan Pancuran Sempor tampak keramat. Akarnya yang panjang menjuntai nyaris menyentuh tanah. Sementara itu batang pohonnya di bagian bawah berongga, menjadi tempat meletakkan sesaji.
Ketua RT 03, Saryanto menjelaskan, keunggulan dari Pancuran Sempor adalah debit airnya yang besar. Biasanya warga maupun wisatawan akan mandi di dua kamar mandi yang tersedia.
Saat air mengenai tubuh disebut rasanya tidak jauh beda dengan pijat refleksi. Mampu membuat rileks hingga menghilangkan pegal-pegal.
“Sejak dahulu sampai sekarang airnya tidak pernah kering,” terangnya saat ditemui di lokasi oleh mabur.co, Jumat (19/6/2026).

Saryanto mengatakan, untuk bisa mandi di Pancuran Sempor ini tidak ada aturan khusus. Cukup melepas alas kaki saat di kamar mandi. Hal terpenting adalah memiliki niat yang baik.
Air yang keluar juga sudah dilakukan pengetesan kandungan mineral maupun kejernihan dari laboratorium. Hasilnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan air kemasan.
“Tak heran jika banyak masyarakat yang datang membawa pulang air Pancuran Sempor ini untuk nantinya bisa diminum. Beberapa orang bahkan percaya airnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga, Satriyo Woko mengatakan, pancuran sempor tak pernah sepi peziarah. Peziarah atau pelaku tirakat yang datang ke Pancuran Sempor ini tidak hanya dari Sleman. Namun juga dari Surakarta, Klaten, dan Surabaya.
“Mereka yang datang untuk tirakat melakukannya sesuai cara dan kepercayaannya masing-masing. Tak diketahui sejak kapan Pancuran Sempor ini menjadi tempat tirakat. Warga hanya tahu sejak nenek moyang tempat tersebut sudah dianggap keramat,” katanya.

