Mabur.co – Meski merupakan sebuah kabupaten kecil di Jawa Tengah, Klaten ternyata menyimpan sejumlah kuliner tradisional unik yang masih jarang diketahui.
Salah satu kuliner itu adalah kepelan atau kepel, sejenis gorengan yang hanya bisa ditemui di kabupaten yang terletak di antara Kota Surakarta dan Yogyakarta ini.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026), kepelan merupakan camilan berbentuk bulat tak beraturan yang memiliki rasa gurih serta harga yang sangat terjangkau.
Terbuat dari tepung terigu, yang dibumbui bawang, garam, dan air, kepelan selama ini dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional yang banyak dijumpai di berbagai wilayah Klaten.
Dijual Sejak 1970-an
Jajanan ini memiliki akar sejarah di Desa Keden, Kecamatan Pedan. Warga setempat diketahui telah membuat dan menjual kepelan sejak 1970-an silam.
Nama kepelan sendiri berasal dari kata kepel, yang berarti mengepal atau segenggam tangan. Nama itu merujuk pada cara pembuatannya, yakni adonan tepung yang dibentuk dengan cara dikepal sebelum digoreng.
Untuk membuat kepelan tidaklah sulit. Cukup dengan mencampur tepung terigu dengan bawang dan garam, kemudian diuleni menggunakan air hingga menjadi adonan. Adonan selanjutnya dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan digoreng sampai matang.
Meski bahan-bahannya sederhana, perpaduan tepung dan bumbu dalam kepelan mampu menghasilkan rasa gurih yang membuatnya begitu digemari berbagai kalangan.
Saat pertama kali dikenal, kepelan memiliki ukuran lebih besar daripada yang banyak dijumpai sekarang. Pada masa itu, jajanan ini juga dibuat dengan tambahan jeroan sapi berupa babat yang dipotong kecil-kecil dan dicampurkan ke dalam adonan.
Ukuran Kepelan Mengecil
Seiring waktu, penggunaan babat tidak lagi dilakukan. Ukuran kepelan pun semakin kecil sehingga lebih praktis disantap sebagai camilan.
Dahulu, kepelan menjadi jajanan favorit anak-anak sekolah dasar karena harganya yang sangat murah. Tak heran hingga saat ini pun kepelan juga banyak diburu sebagai menu buka puasa di bulan Ramadan.
Selain bisa disantap langsung dalam kondisi hangat, kepelan juga bisa diolah menjadi sate dengan cara ditusuk menggunakan lidi, kemudian dibakar.
Bagaimana Anda tertarik mencobanya? ***
