Ketika Tidur di Bulan Ramadan Bernilai Ibadah - Mabur.co

Ketika Tidur di Bulan Ramadan Bernilai Ibadah

Mabur.co – Ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, tentu saja energinya akan menjadi lebih sedikit, ketimbang saat tidak berpuasa.

Mengingat ia harus menahan lapar dan dahaga selama 14 jam, mulai dari Imsak hingga kumandang azan Magrib.

Saat energi lebih sedikit, di situlah manusia akan mulai merasakan lemas, tidak bertenaga, sekaligus ngantuk.

Dan di saat ngantuk itulah, manusia akan cenderung lebih mudah tidur.

Di bulan Ramadan ini, ternyata melakukan tidur tetap mampu menghasilkan pahala.

Seperti yang diriwayatkan dalam Hadis Riwayat (HR) Imam Al-Baihaqi, yang menyebutkan bahwa “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni”.

Namun perlu dicatat, bahwa tidur yang dimaksud di sini adalah untuk menjaga kondisi fisik agar lebih kuat saat beribadah malam (seperti salat tarawih dan tahajud), sekaligus menghindari perbuatan maksiat selama menjalankan ibadah puasa.

Tidur seharian (atau bahkan full 14 jam ketika berpuasa) tidak serta-merta bernilai ibadah atau menghasilkan pahala. Bahkan hal itu akan cenderung sia-sia jika yang terjadi malah meninggalkan ibadah sehari-hari, terutama salat lima waktu.

Tips Agar Tidur di Bulan Ramadan Bernilai Ibadah

Dilansir dari laman Asatunews, agar tidur di bulan Ramadan bisa bernilai ibadah, maka tidurnya harus diniatkan untuk menahan diri dari maksiat atau perbuatan sia-sia. Sehingga tubuh pun akan menjadi lebih segar saat beribadah, seperti salat tarawih, tadarus Alquran, serta bangun sahur.

Selain itu, dengan meningkatnya metabolisme tubuh saat tidur, kesehatan tubuh juga akan terjaga dengan lebih baik.

Karena tidur sendiri memang bermanfaat untuk mengatur keseimbangan hormon, serta menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Para ulama sendiri menyarankan agar tidur di bulan Ramadan hanya dilakukan setelah melaksanakan salat Subuh atau salat Zuhur, yang disebut sebagai tidur sejenak (qailulah) selama kurang lebih 30 menit, untuk benar-benar menjaga kondisi tubuh saat berpuasa.

Meskipun tidur di bulan Ramadan bernilai ibadah, namun itu tidak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan atau tidak melakukan apa-apa selama 14 jam berpuasa.

Karena tetap lebih baik jika melakukan hal-hal produktif lainnya di bulan Ramadan dengan intensitas yang sedikit berkurang dari biasanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *