Iran Kibarkan Bendera Merah, Simbol Balas Dendam kepada Amerika dan Israel - Mabur.co

Iran Kibarkan Bendera Merah, Simbol Balas Dendam kepada Amerika dan Israel

Mabur.co– Sebuah video yang diunggah pada akun Instagram @jamkaran_ir, memperlihatkan, bendera merah bertulis ‘Ya Lazarat al-Hussein’ berkibar di atas Masjid Jamkaran di Qom, kota suci Muslim Syiah, setelah pemerintah Iran secara resmi mengumumkan kesyahidan Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Israel-AS, Minggu (1/3/2026).

Kain merah itu berkibar tertiup angin, menandai sebuah simbol yang dalam tradisi Syiah dikenal sebagai panggilan untuk pembalasan darah seorang pemimpin besar yang menuntut keadilan.

Di halaman masjid, petugas berseragam berdiri dekat tiang bendera sambil memegang potret Ali Khamenei.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan adegan itu dengan jelas: bendera merah berkibar, petugas diam, dan suasana penuh tegang.

Tak lama sebelumnya, pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat.

Bagi Iran, kematian Khamenei bukan hanya kehilangan seorang pemimpin, ia adalah pusat kekuasaan Republik Islam selama lebih dari tiga dekade.

Selain itu, mengendalikan politik, militer, dan kebijakan luar negeri. Begitu kabar kematiannya menyebar dari Teheran ke seluruh penjuru negeri, sirine ambulans terdengar, televisi nasional menayangkan ayat-ayat Alquran, dan ribuan warga turun ke jalan untuk berkabung.

Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur nasional selama 7 hari.

Arti harfiah ‘Ya Lazarat al-Hussein’ adalah ‘Wahai para penuntut balas dendam Hussein’.

Yang dimaksud Hussein adalah Imam Hussein bin Ali, cucu Rasulullah Muhammad yang dibunuh Yazid bin Muawiyah di Karbala tahun 680 Masehi.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan, membalas dendam atas pembunuhan Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya adalah “kewajiban dan hak yang sah” negara tersebut.

“Republik Islam Iran menganggap mencari keadilan dan membalas dendam kepada para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajiban dan hak yang sah. Akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini,” kata presiden, melansir Al Jazeera, Senin (2/3/2026).

Dilansir AFP, selain Khamenei, putri, menantu, hingga cucunya turut tewas.

Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga dilaporkan meninggal dunia. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *