BMKG: Hujan Es di DIY Berpotensi Terjadi hingga April - Mabur.co

BMKG: Hujan Es di DIY Berpotensi Terjadi hingga April

Mabur.co – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi fenomena hujan es di wilayah DIY masih berpotensi terjadi hingga April mendatang. 

Hal itu disampaikan BMKG menyikapi munculnya fenomena alam tak biasa yakni berupa hujan es di sejumlah lokasi di wilayah DIY selama 2 hari berturut-turut.  

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, fenomena hujan es melanda wilayah Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (4/3/2026), sekitar pukul 14.46 sore.

Hujan itu terjadi salah satunya di Kebon Dalem Lor, Kecamatan Prambanan.

Dilansir dari akun X @merapi_uncover, hujan es tersebut berlangsung dengan intensitas yang cukup kuat dan durasi yang terbilang lama, serta disertai dengan suara gemuruh yang keras saat butiran es menghantam atap rumah warga.

Sehari sebelumnya yakni pada Selasa (3/3/2026)fenomena hujan es juga terjadi di wilayah Kapanewon Semin, Nglipar hingga Gedangsari Gunungkidul. 

Dilansir dari akun Instagram @infogunugkidulcom sejumlah butiran es menyerupai kerikil nampak berjatuhan di halaman rumah warga saat sedang terjadi hujan cukup deras.

Carik Rejosari, Sabrina Wulandari, mengatakan, hujan es berlangsung sekitar sepuluh menit dengan suara yang berbeda dari hujan biasa.

“Hujan es terjadi sekitar sepuluh menit. Suara hujan memang terdengar agak berbeda dari biasanya dan setelah dicek ada es yang jatuh dari langit,” katanya dikutip dari Harianjogja.com.

Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, mengatakan, hujan es di wilayah DIY dimungkinkan masih akan terus terjadi jika kondisi atmosfer mendukung fenomena tersebut.

Salah satunya adalah jika muncul pertumbuhan awan cumulonimbus secara masif disertai adanya tekanan udara turun yang lebih kuat.

Fenomena hujan es maupun cuaca buruk lainnya seperti angin kencang, bahkan diperkirakan dimungkinkan terjadi hingga 1 bulan ke depan.

Mengingat sebagian besar wilayah DIY baru akan memasuki masa pancaroba pada bulan April mendatang.

“Berdasarkan pengalaman di Yogyakarta, butiran es dapat mencapai sebesar kelereng kecil atau sekitar 1-2 sentimeter. Sehingga cukup berbahaya. Masyarakat diimbau agar senantiasa waspada, bila menemui kondisi seperti itu”  katanya sebagaimana dikutip Radar Jogja. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *