Mabur.co – Sebagai dasar negara Indonesia yang telah ditetapkan sejak masa kemerdekaan, Pancasila sejatinya telah menjadi pedoman kehidupan yang efektif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun sayangnya, semakin ke sini, penerapan kehidupan berdasarkan asas Pancasila sudah semakin luntur, salah satunya akibat kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, dan begitu mudahnya diakses dari dalam genggaman.
Hal itu tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan orang tua serta pendidik di sekolah.
Mereka merasa membutuhkan effort yang lebih besar dari para pendahulunya, dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
Menurut salah satu guru di Madrasah Aliyah (MA) Pamulangan, Godean, Sleman, Endang Winarsih, ia harus berusaha lebih keras lagi dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh anak didiknya, yang sudah terlalu dimanjakan dengan berbagai kemudahan teknologi informasi yang bisa diakses setiap harinya.

“Saya sebagai guru sekaligus seorang ibu harus ekstra keras untuk memahamkan ke murid juga anak-anak saya, agar (selalu berada di) jalan yang lurus dan penuh dengan kebenaran (sesuai dengan nilai-nilai Pancasila), sekaligus mengikuti aturan yang Allah SWT firmankan dan Rasul sabdakan,” ujar Endang Winarsih, saat dihubungi mabur.co, Senin (1/6/2026).
Tidak Lagi Takut dengan Tuhan
Dalam sila kesatu Pancasia yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Endang merasa bahwa generasi muda di zaman sekarang tampaknya sudah tidak lagi merasa takut terhadap Tuhannya, serta tidak lagi takut berbuat dosa, sekalipun mereka memang menganut asas Ketuhanan sesuai sila kesatu Pancasila.
“Berbicara tentang aspek Ketuhanan (sila kesatu Pancasila), saya melihat sekarang ini manusia entah posisinya sebagai rakyat atau pemimpin, sepertinya sudah tidak takut lagi dengan Tuhan, dan tidak takut lagi untuk berbuat dosa. Padahal mereka memang berketuhanan, tapi sifat dan tindakan mereka justru kebanyakan tidak sesuai dengan ajaran Tuhannya,” lanjut Endang.
Bagi Endang, dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, sejatinya para generasi muda (khususnya yang beragama Islam) juga telah menganut nilai-nilai yang diajarkan dalam keagamaan.
Karena dalam sila kesatu pun, Pancasila telah mengajarkan setiap warga negara untuk selalu berketuhanan, sesuai dengan keyakinannya masing-masing. (*)

