Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Amerika dan Israel Murka - Mabur.co

Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Amerika dan Israel Murka

Mabur.co – Sepuluh hari pasca-kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Iran akhirnya menunjuk pemimpin baru.

Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, resmi dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran atau supreme leader.

Pengumuman Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dilakukan Minggu (8/3/2026) oleh anggota badan ulama yang bertanggung jawab memilih pemimpin tertinggi Iran.

Dilansir dari The Guardian, pasca-pengumuman, majelis tersebut pun menyerukan agar seluruh rakyat Iran mendukungnya dan tetap menjaga persatuan nasional.

Lembaga tersebut juga mendesak warga di seluruh negeri, terutama para elit dan intelektual dari seminari dan universitas untuk menyatakan kesetiaan kepada kepemimpinan baru tersebut.

Di seluruh jajaran politik dan keamanan Iran, para pejabat dilaporkan telah menyambut pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu.

Media pemerintah melaporkan bahwa pimpinan angkatan bersenjata Iran telah menyatakan kesetiaan kepadanya, sementara ketua parlemen memuji keputusan tersebut dan menggambarkan mengikuti Mojtaba Khamenei sebagai “kewajiban agama dan nasional”.

Kepala keamanan negara itu mengatakan, pemimpin baru tersebut mampu membimbing Iran melewati momen sensitif saat ini, dan Garda Revolusi menyatakan, mereka siap untuk mengikutinya, menandakan dukungan luas dari lembaga-lembaga inti negara tersebut.

Namun di sisi lain, pengangkatan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran ini jelas akan berpotensi meningkatkan eskalasi perang antara Iran Israel Amerika.

Pasalnya Amerika Serikat melalui Donald Trump sebelumnya telah menyatakan memiliki calon nama tersendiri dan menyatakan menolak usulan untuk mengangkat Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Trump bahkan mengatakan, sebelumnya pada hari Minggu, bahwa pemimpin tertinggi Iran berikutnya “tidak akan bertahan lama” jika Teheran tidak mendapatkan persetujuannya terlebih dahulu.

Dia menyebut Mojtaba Khamenei sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”.

Presiden AS menolak kemungkinan kepemimpinan Khamenei dan bersikeras bahwa Washington harus memiliki suara dalam arah politik Iran di masa depan.

Sementara itu, pada hari yang sama pula, dalam sebuah unggahan di X dalam bahasa Persia, militer Israel mengatakan, akan terus mengejar setiap penerus Ali Khamenei dan akan mengejar setiap orang yang berupaya menunjuk penggantinya.

Bagi banyak analis, pengangkatan Mojtaba Khamenei adalah langkah simbolis yang dirancang untuk membuat rezim tersebut tetap tampak kuat dan bertekad untuk tidak tunduk pada tekanan Barat. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *