Mabur.co – Tiga kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan mendapat serangan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) hingga terbakar dalam konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dua dari tiga kapal itu diketahui merupakan Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia.
Serta kapal kontainer pengangkut barang Mayuree Naree, asal Thailand yang dilaporkan terkena proyektil Iran sehingga harus berhenti karena mengalami kerusakan.
Dilansir NBC, dua kapal tersebut diserang usai mengabaikan peringatan Iran yang memblokade salah satu selat terpenting di dunia itu.
IRGC mengatakan bahwa kapal itu “secara ilegal bersikeras melewati Selat Hormuz,” yang telah diupayakan Iran untuk ditutup dari semua lalu lintas pelayaran.
“Para agresor Amerika dan sekutu mereka tidak memiliki hak untuk melintas,” ujar IRGC dalam sebuah unggahan sebagaimana dilansir NBC News.
Sementara itu dilansir Reuters, otoritas Thailand buka suara usai kapal dari negara mereka diserang di dekat Selat Hormuz, sekitar 11 mil laut di utara Oman.
Kementerian Transportasi Thailand mengatakan 20 awak kapal berhasil selamat, namun tiga awak kapal lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa para awak kapal telah meninggalkan kapal dengan sekoci dan diselamatkan oleh angkatan laut Oman.
Imbas serangan dari Garda Revolusi Iran, ledakan nampak terjadi di buritan kapal dan menyebabkan kebakaran di kompartemen mesin, serta menimbulkan asap pekat di atas kapal.
Sebelumnya telah terjadi 13 serangan yang diduga dilakukan oleh Iran terhadap kapal-kapal yang beroperasi di sekitar Teluk sejak perang dimulai.
Sementara, AS mengklaim telah “menghilangkan” serikitnya 16 kapal milik Iran yang dianggap mampu memasang ranjau di Selat Hormuz.
Ketegangan di wilayah selat Hormuz diketahui terus meningkat usai serangan Israel-AS ke Iran 28 Februari lalu, yang berimbang pada kenaikan harga minyak mentah dunia hingga mencapai $100 US.
Jika tak ada penurunan eskalasi di Selat Hormuz ini bukan tidak mungkin harga minyak mentah dunia akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.



