Pertama Muncul, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Buat Pernyataan Keras - Mabur.co

Pertama Muncul, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Buat Pernyataan Keras

Mabur.co – Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan dengan tegas, Iran tak akan menyerah dan akan terus memberikan perlawanan keras terhadap Israel-Amerika Serikat maupun para sekutunya. 

Mojtaba bahkan berjanji akan membalas dendam terhadap Israel dan Amerika Serikat yang telah menyerang Iran hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, maupun ribuan warga Iran.

Pernyataan keras Mojtaba Khamenei itu muncul untuk pertama kalinya usai ia resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan mendiang ayahnya, yang tewas dibunuh Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu.

Pernyataan Mojtaba Khamenei itu sendiri dikeluarkan melalui siaran televisi pemerintah dalam bentuk teks yang dibacakan penyiar pada Kamis kemarin. Sementara sosok Mojtaba tidak nampak bahkan dalam video sekalipun.

“Yang diinginkan rakyat Iran adalah kelanjutan pertahanan yang efektif yang membuat musuh menyesal,” ujarnya sebagaimana dilansir CNN.

Dalam pernyataan tersebut Mojtaba bahkan mengancam akan terus menutup Selat Hormuz dan memperluas jangkauan serangan terhadap Israel-Amerika Serikat maupun sekutunya. 

“Daya tawar yang dimiliki dengan menutup Selat Hormuz harus terus dimanfaatkan. Studi telah dilakukan mengenai pembukaan front lain di mana musuh memiliki pengalaman minimal dan di mana mereka akan sangat rentan. Jika perang berlanjut, pengaktifan front tersebut akan dilakukan berdasarkan kepentingan tertentu,” ungkapnya. 

Mojtaba yang kehilangan ayah, saudara perempuan, anak saudara perempuannya serta kakak iparnya itu juga berjanji akan menuntut balas terhadap Israel dan AS yang telah menewaskan ribuan warga Iran.

“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para syahid Anda. Balas dendam yang kami maksudkan bukan hanya karena gugurnya pemimpin Revolusi yang terhormat. Setiap anggota bangsa yang gugur di tangan musuh adalah kasus terpisah yang menuntut kita untuk membalas dendam,” ungkapnya.

Pemimpin Tertinggi Iran itu juga menyinggung kematian sekitar 170 orang siswa sekolah di Minab yang ikut menjadi sasaran serangan pasukan udara Amerika Serikat.

Ia menyakinkan bahwa akan membalaskan dendam kematian para siswa tersebut. 

“Sebagian kecil dari pembalasan dendam atas darah para syahid kita sudah dapat dilihat. Tetapi sampai kita sepenuhnya membalas dendam, berkas ini akan tetap berada di atas semua berkas lainnya. Kita bahkan lebih sensitif terhadap darah anak-anak dan bayi kita,” katanya.

“Kejahatan yang sengaja dilakukan oleh musuh terhadap Sekolah Shajara Tayyibah di Minab dan kasus-kasus serupa lainnya akan mendapat perhatian khusus dalam proses pembalasan ini. Bagaimanapun juga, kita akan menuntut ganti rugi dari musuh.

Jika mereka menolak, kita akan menyita aset mereka sesuai dengan yang kita anggap pantas, dan jika itu tidak memungkinkan, kita akan menghancurkan aset mereka dalam jumlah yang setara,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Mojtaba juga mengirimkan pesan kepada sejumlah negara-negara Arab agar segera menentukan sikap jika tidak ingin ikut diserang Iran.

Meski ia menyatakan tetap akan berkomitmen untuk menjalin persahabatan dengan negara-negara di wilayah Teluk tersebut. 

“Kita berbagi perbatasan dengan 15 negara dan selalu menginginkan, dan masih menginginkan hubungan yang hangat dengan mereka. Tetapi selama bertahun-tahun, musuh telah membangun pangkalan militer dan keuangan di beberapa negara ini untuk mengamankan dominasinya atas kawasan tersebut,” ujarnya.

“Dalam serangan baru-baru ini, beberapa pangkalan militer ini dimanfaatkan; tentu saja, seperti yang telah kami peringatkan sebelumnya, dan tanpa melakukan tindakan agresi apa pun terhadap negara-negara regional tersebut, kami hanya menargetkan pangkalan AS di sana. Setelah ini, kami tidak punya pilihan selain melanjutkan tindakan ini. Meskipun demikian, kami tetap berkomitmen pada pentingnya persahabatan dengan negara-negara tetangga kami,” lanjutnya. 

“Negara-negara di kawasan ini harus menentukan posisi mereka terkait para agresor yang telah menyerang tanah air tercinta kita dan membunuh rakyat kita. Saya menyarankan para pemimpin negara-negara di kawasan ini untuk menutup pangkalan-pangkalan AS tersebut sesegera mungkin, karena mereka pasti sudah menyadari bahwa klaim AS tentang menjamin keamanan dan perdamaian hanyalah kebohongan belaka,” tambahnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *