Mabur.co – Masa libur Lebaran tahun 2026 ini menjadi berkah luar biasa bagi dunia pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.
Selama 6 hari libur Lebaran, yakni dari 19 hingga 24 Maret, jumlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul tercatat mencapai 230.669 wisatawan.
Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan masa libur Lebaran tahun 2025 lalu yang berlangsung selama 10 hari, yakni dengan tingkat kunjungan mencapai 163.591 orang.
Kenaikan jumlah wisatawan ini tercatat jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah setempat yang hanya berkisar 93.191 pengunjung.
Peningkatan jumlah wisatawan ini juga berkontribusi pada naiknya pendapatan retribusi dari Rp1,7 miliar tahun lalu menjadi Rp2,85 miliar di tahun ini.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengungkapkan, lonjakan signifikan terjadi sejak awal masa libur Idulfitri 1447 H/2026.
“Tahun ini jauh melampaui target, hal ini menunjukkan tren kunjungan yang sangat positif,” ujarnya dikutip Radar Jogja, Jumat (27/3/2026).
Data dinas mencatat, lonjakan pengunjung terjadi secara bertahap sejak hari pertama Lebaran.
Jumlah wisatawan tercatat 11.926 orang dengan pendapatan Rp147.447.600 pada Jumat (20/3).
Sehari berikutnya meningkat menjadi 25.029 pengunjung dengan PAD Rp 304.213.500.
Peningkatan signifikan terjadi pada Minggu (22/3) dengan 52.655 wisatawan dan pendapatan Rp 694.436.800.
Puncaknya terjadi pada Senin (23/3) dengan 68.233 pengunjung dan PAD Rp 848.560.500, menjadi angka tertinggi selama periode libur Lebaran tahun ini.
“Jika dilihat, trennya selalu meningkat setiap hari,” terangnya.
Meski mengalami sedikit penurunan, pada Selasa (24/3), jumlah kunjungan tetap tinggi, yakni 65.993 wisatawan dengan pendapatan Rp822.328.600.
Eko menambahkan, kawasan wisata pantai masih menjadi primadona bagi para pengunjung.
Hal itu terlihat dari ramainya kunjungan sejumlah destinasi wisata seperti Pantai Drini, Pantai Sepanjang hingga bukit Paralayang yang mendominasi kunjungan selama libur Lebaran.
“Pantai tetap menjadi magnet utama. Hingga hari ini pun kunjungan masih terlihat ramai, apalagi dengan adanya kebijakan work from anywhere (WFA) yang memberi kelonggaran waktu libur,” jelasnya.
Dari pantauan Mabur.co, munculnya spot-spot baru objek wisata di Kabupaten Gunungkidul juga menjadi salah satu faktor yang membuat minat masyarakat untuk berlibur di Kabupaten Bumi Binanangun tetap tinggi.
Seperti misalnya destinasi wisata On The Rock yang terdapat di Pantai Drini hingga penataan kawasan pantai yang membuat penasaran dan ingin berkunjung.
Salah seorang wisatawan, Theofani, mengaku sengaja menyempatkan diri mengunjungi pantai Drini Gunungkidul untuk menjajal destinasi On The Rock.
“Kebetulan pas mudik ke Kulon Progo. Jadi sekalian jalan-jalan ke tempat wisata. Memilih Gunungkidul karena ingin menjajal tempat wisata baru. Kalau di tempat lain kan sudah pernah dan sepertinya gitu-gitu saja,” katanya.
Sementara itu, dikutip Sorot.co Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan capaian kunjungan wisatawan ini menjadi indikator meningkatnya daya tarik sekaligus efektivitas pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.
Ia pun berharap berbagai upaya pembenahan yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur, fasilitas publik, hingga kualitas layanan di destinasi wisata dapat terus dilakukan guna mendongkrak jumlah kunjungan di masa mendatang.


