Mabur.co – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menerapkan sistem pembayaran nontunai atau full cashless di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.
Mulai diberlakukan pada libur panjang akhir pekan ini, kebijakan ini mewajibkan seluruh wisatawan yang masuk melalui gerbang TPR Baron wajib melakukan pembayaran secara tunai. Seluruh transaksi retribusi dilakukan menggunakan metode pembayaran digital.
Dilansir Harianjogja, Sabtu (16/5/2026), Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan penerapan sistem cashless di TPR Baron menjadi proyek percontohan sebelum diterapkan di TPR lain di kawasan wisata Gunungkidul.
Menurut dia, penerapan sistem cashless di TPR Baron akan dievaluasi selama tiga bulan guna mengetahui berbagai kendala teknis maupun kekurangan selama pelaksanaan di lapangan.
Eko menjelaskan sebenarnya sejumlah TPR lain di Gunungkidul telah menyediakan fasilitas pembayaran nontunai. Namun, penggunaannya belum diwajibkan sehingga mayoritas pengunjung masih memilih transaksi secara tunai.
Ke depan, seluruh TPR di kawasan wisata Gunungkidul ditargetkan menerapkan sistem pembayaran digital guna mempermudah pelayanan wisatawan sekaligus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata.
“Timeline kita setelah berjalan tiga bulan dievaluasi. Hasil temuan lapangan nantinya untuk perbaikan di tiga bulan berikutnya, sehingga dalam jangka waktu enam bulan sudah bisa diterapkan di TPR lain,” ujarnya.
Meski demikian, Eko mengakui penerapan pembayaran nontunai di seluruh TPR tidak bisa dilakukan secara serentak karena masih membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Ketersediaan mesin pencatat transaksi, jaringan internet, hingga perangkat pembayaran digital menjadi faktor penting agar sistem cashless dapat berjalan optimal di seluruh lokasi wisata.
“Kalau dilihat dari kesiapan, TPR JJLS, Ngestirejo dan Banjarejo siap menerapkan 100% cashless, tapi pelaksanaannya menunggu hasil evaluasi di Baron,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, menambahkan sebelum penerapan resmi dilakukan, pihaknya telah menjalankan uji coba pembayaran nontunai pada 6–11 Mei 2026.
Hasil uji coba menunjukkan mayoritas wisatawan sudah siap menggunakan metode pembayaran digital karena sekitar 80 persen pengunjung telah memiliki alat pembayaran nontunai.
“Memang masih ada 20% calon pengunjung belum siap. Rata-rata kelompok ini berusia di atas 50 tahun,” kata Hary.
Meski masih ada sebagian wisatawan yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital, Hary memastikan kondisi tersebut tidak menjadi hambatan berarti dalam pelaksanaan sistem cashless.
Pemkab Gunungkidul bersama pihak perbankan juga telah menyiapkan kartu e-money yang dapat dibeli langsung oleh pengunjung di lokasi, termasuk fasilitas pengisian saldo atau top up untuk mempermudah transaksi wisatawan saat masuk kawasan pantai.
“Sudah disiapkan kartu e-money yang bisa dibeli pengunjung, lengkap juga dengan proses top up saldo di dalamnya,” katanya.
Sementara dilansir Disway.id, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan sejumlah TPR sebenarnya sudah siap menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh. Namun beberapa lokasi masih menghadapi kendala infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik dan internet.
“Dalam paparan Kepala Dinas, ada 10 TPR yang sudah siap untuk 100 persen cashless. Tetapi kami ingin menguji coba ini dulu. Target kami paling tidak akhir tahun harus bisa lebih dari 10 TPR,” kata Endah saat launching pembayaran nontunai, Selasa (12/5/2026).
Menurut Endah, penerapan sistem pembayaran nontunai menjadi bagian dari upaya modernisasi pelayanan publik sekaligus optimalisasi pendapatan daerah.
Kepala Disparekrafpora Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan penerapan sistem cashless bertujuan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan retribusi daerah. Pemkab Gunungkidul menargetkan PAD sektor pariwisata pada 2026 mencapai Rp30 miliar.
“Transaksi menggunakan kartu ini terbukti sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar empat detik,” katanya.

