Mabur.co – Indonesia dikenal memiliki beragam kuliner tradisional yang tak ada habisnya. Salah satu kuliner yang masih banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional adalah ongol-ongol.
Meski tak sepopuler beberapa dekade silam, ongol-ongol tetap bisa eksis di era modern seperti saat ini.
Jajanan khas dengan tekstur kenyal serta perpaduan rasa manis dan gurih ini hingga kini juga masih digemari berbagai kalangan.
Jika dahulu ongol-ongol kerap dibuat dari bahan dasar singkong, sagu, atau tepung kanji, kini makanan tradisional ini mulai mengalami berbagai inovasi.
Salah satu upaya pelestarian sekaligus pengembangan dilakukan oleh Yuliarti, Ketua PKK Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo.
Ia mengaku terus berupaya melestarikan kuliner ini dengan menghadirkan varian baru, yakni ongol-ongol jeli singkong.
Inovasi tersebut diwujudkan bersama ibu-ibu kelompok PKK Kalurahan Banjararum yang mendapatkan pelatihan pembuatan ongol-ongol dengan bahan yang lebih modern.
Mereka memadukan singkong dengan jeli aneka rasa sebagai bahan utama.
“Meski tidak lagi sepenuhnya menggunakan sagu atau kanji, ongol-ongol jeli singkong ini tetap mempertahankan ciri khas utamanya, yakni tekstur kenyal serta cita rasa manis dan gurih,” ujar Yuliarti kepada mabur.co.
Proses pembuatannya pun tidak jauh berbeda dari ongol-ongol tradisional. Pertama, disiapkan bahan berupa singkong yang telah diparut halus, jeli dengan tiga varian rasa, pewarna makanan, serta gula pasir.
Seluruh bahan kemudian dicampur dengan air hingga merata. Adonan biasanya dibagi menjadi tiga bagian dengan warna merah, hijau, dan kuning untuk memberikan tampilan menarik.
Setelah adonan siap, campuran tersebut dimasukkan ke dalam loyang dan dikukus selama kurang lebih 30 menit dengan api sedang. Sambil menunggu, disiapkan pula topping berupa parutan kelapa yang telah dicampur sedikit garam.
Setelah adonan matang dan dingin, ongol-ongol dipotong kecil berbentuk kotak, lalu digulingkan ke dalam parutan kelapa hingga merata.
Hasil akhirnya adalah sajian ongol-ongol jeli singkong yang berwarna-warni, menarik, dan menggugah selera.
Perpaduan warna tersebut tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda.
Dengan bahan dasar yang mudah didapat, ongol-ongol jeli singkong dapat dibuat untuk berbagai keperluan, mulai dari camilan keluarga hingga hidangan acara. Meski tergolong sederhana, makanan ini memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, seperti serat, karbohidrat, hingga vitamin C.
Upaya inovasi yang dilakukan oleh kelompok PKK ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kuliner tradisional agar tetap relevan di era modern.
Ongol-ongol tidak lagi sekadar makanan nostalgia, tetapi juga berkembang menjadi sajian kreatif yang mampu bersaing di tengah tren kuliner masa kini.



