Panic Buying, Sejumlah SPBU di Berbagai Daerah Dipenuhi Antrean Kendaraan - Mabur.co

Panic Buying, Sejumlah SPBU di Berbagai Daerah Dipenuhi Antrean Kendaraan

Mabur.co – Beredarnya isu kenaikan harga BBM per 1 April membuat sejumlah warga mengalami panic buying.

Akibatnya sejumlah SPBU di berbagai daerah di Indonesia pun diserbu warga yang hendak membeli BBM.

Tak hanya rela mengantre hingga berjam-jam, sejumlah warga juga nampak memborong BBM dengan menggunakan jeriken.

Dilansir dari Kompas, antrean panjang kendaraan nampak terlihat di sejumlah SPBU di berbagai daerah pada Selasa (31/3/2026) malam. 

Di Jakarta Pusat, antrean terlihat di SPBU Pertamina Abdul Muis, Gambir.

Sejak pukul 18.40 WIB hingga malam, sepeda motor mengular di jalur pengisian Pertamax, sementara mobil pribadi mengantre untuk mengisi Pertalite. 

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bekasi. Antrean tampak di SPBU Pertamina 34.171.44 di Jalan RA Kartini, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Antrean didominasi sepeda motor yang mengular hingga ke badan jalan. Para pengendara terlihat tertib menunggu giliran meski harus mengantre cukup lama.

Di luar Jabodetabek, antrean juga terjadi di berbagai daerah Jawa Timur. Di Kabupaten Sidoarjo, hampir seluruh SPBU dipadati kendaraan sejak sore hari.

Salah satunya di SPBU 54.612.55 di Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Waru, yang berada di jalur menuju Bandara Internasional Juanda. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Warga mengaku sengaja mengisi penuh tangki kendaraan setelah mengetahui isu kenaikan harga BBM dari media sosial, meski harus mengantre cukup lama.

Sementara itu, di Kabupaten Bangkalan, antrean di SPBU Junok mengular hingga sekitar 300 meter dan meluber ke Jalan Raya Pemuda Kaffa.

Selain kendaraan roda dua dan roda empat, sejumlah warga juga membawa jeriken berkapasitas hingga 30 liter untuk membeli BBM dalam jumlah lebih banyak.

Meski pemerintah telah mengumumkan bahwa harga BBM batal naik per 1 April 2026, kekhawatiran masyarakat belum sepenuhnya reda.

Sebagian warga tetap memilih mengisi BBM lebih awal karena khawatir stok akan menipis akibat lonjakan pembelian dalam waktu singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *